“Saat ini, proses pemasangan beronjong untuk menambal bagian tanggul yang terkikis sudah mulai berjalan,” terangnya dengan nada sigap pada Rabu (14/5/2025).
Upaya mitigasi lainnya melibatkan pengalihan jalur aliran sungai ke sisi yang lebih menjauhi struktur tanggul. Strategi ini bertujuan untuk mengurangi tekanan langsung air dan material lahar pada bagian tanggul yang sudah melemah akibat kerusakan.
“Aliran sungai juga akan kita belokkan ke arah selatan agar tidak menghantam langsung tanggul yang kondisinya sudah rentan,” imbuh Bupati Lumajang, yang akrab disapa Bunda Indah.
Metode antisipasi tambahan yang akan diterapkan oleh Pemkab Lumajang adalah instalasi krib, atau penghalang arus, sepanjang seratus meter. Fungsi krib ini adalah untuk memecah dan mengarahkan terjangan banjir agar menjauhi struktur tanggul yang berisiko tinggi.
“Kita juga akan memasang krib sepanjang kurang lebih seratus meter untuk membelokkan arah arus. Tujuannya agar aliran air tidak langsung menerjang tanggul,” pungkasnya, menunjukkan keseriusan pemerintah daerah dalam melindungi warganya dari potensi bahaya lahar Semeru.












