Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Shell Memutuskan Menutup Ratusan SPBU untuk Mendukung Transisi Energi

Alfi Fida
×

Shell Memutuskan Menutup Ratusan SPBU untuk Mendukung Transisi Energi

Sebarkan artikel ini
Shell Memutuskan Menutup Ratusan SPBU untuk Mendukung Transisi Energi
Shell Memutuskan Menutup Ratusan SPBU untuk Mendukung Transisi Energi

Shell yakin bahwa strategi mereka untuk menggarap SPKLU akan lebih efektif daripada menyediakan stasiun pengisian daya di rumah. Mereka menganggap bahwa pengisian daya di ruang publik menjadi kebutuhan utama pelanggan mereka.

Shell juga mengklaim bahwa mereka memiliki keunggulan dalam hal lokasi karena memiliki jaringan global terluas di dunia. Selain itu, Shell menawarkan fasilitas minimarket di tempat-tempat pengisian daya mereka, yang dianggap lebih baik daripada kompetitor lain.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Perusahaan menyatakan harapannya untuk mencapai tingkat Internal Rate of Return (IRR) sebesar 12 persen atau lebih tinggi seiring dengan pengembangan bisnis pengisian daya kendaraan listrik. IRR adalah ukuran penting untuk menilai kinerja finansial suatu bisnis.

Shell Berencana Menutup 1.000 SPBU sebagai Dukungan untuk Transisi Energi hingga 2025

Shell, dalam upaya mendukung transisi energi, berencana untuk menutup sekitar 1.000 stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU) hingga tahun 2025. Meskipun perusahaan tidak merinci lokasi penutupan SPBU, mereka fokus pada pengembangan bisnis stasiun pengisian kendaraan listrik umum (SPKLU).

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Saat ini, Shell memiliki sekitar 54 ribu titik pengisian daya kendaraan listrik, dengan target meningkatkan jumlahnya menjadi 200 ribu pada tahun 2030. Shell yakin bahwa strategi ini lebih efektif daripada menyediakan stasiun pengisian daya di rumah dan berharap mencapai tingkat Internal Rate of Return (IRR) sebesar 12 persen atau lebih tinggi dengan pengembangan bisnis ini.

 

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan