Oleh karena itu, pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi bukan hanya tanggung jawab orang tua, tetapi juga melibatkan peran serta lingkungan sekitar, pemerintah, serta sektor swasta.
“Semua pihak harus terlibat dalam memberikan akses dan semangat agar anak-anak di Indonesia dapat tumbuh dan berkembang secara optimal. Ini termasuk memastikan mereka mendapatkan gizi dan nutrisi yang seimbang sepanjang masa pertumbuhan mereka,” kata Kak Seto.
Baca Juga: Terungkap! 57% Anak Indonesia Alami Intoleransi Laktosa: Solusinya?
Kak Seto juga menekankan pentingnya keterlibatan sektor swasta. Menurutnya, perusahaan-perusahaan di sektor swasta diharapkan bisa menjadi sahabat anak dengan mengutamakan kepentingan terbaik bagi anak-anak di Indonesia.
Saat ini, terdapat lebih dari 70 juta anak di Indonesia yang diharapkan dapat menjadi bagian dari generasi emas pada tahun 2045. Anak-anak ini adalah aset berharga yang sangat penting bagi kemajuan Indonesia di berbagai aspek.
Pentingnya Peran Bersama dalam Pemenuhan Gizi dan Nutrisi Anak untuk Masa Depan Indonesia
Perlindungan anak, termasuk pemenuhan kebutuhan gizi dan nutrisi, merupakan tanggung jawab yang harus dibagi antara orang tua, masyarakat, pemerintah, dan sektor swasta. Seto Mulyadi menegaskan bahwa kemajuan anak-anak tidak hanya penting bagi individu mereka sendiri, tetapi juga bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, semua pihak harus aktif terlibat dalam memastikan bahwa anak-anak mendapatkan hak-hak dasar mereka, termasuk nutrisi yang memadai untuk pertumbuhan dan perkembangan optimal.












