Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Daerah

Seorang Buruh Bongkar Muat Semen PT. Nusa Bawean 2 Mati Mendadak di atas Kapal

A. Daroini
×

Seorang Buruh Bongkar Muat Semen PT. Nusa Bawean 2 Mati Mendadak di atas Kapal

Sebarkan artikel ini
buruh

buruh

Tuban memo.co.id

Baca Juga: JUMAT BERSIH SMPN 1 Grogol Libatkan Seluruh Warga Sekolah

Hartoyo (40) yang kesehariannya bekerja sebagai buruh bongkar muat semen di PT. Nusa Bawean 2 meninggal dunia secara mendadak di atas kapal Baruna Furtuna 1.

Berdasarkan penyidikan Polisi Korban meninggal dunia diketahui bernama Hartoyo (40) kelahiran Jember dan menetap di Desa Temaji, Rt.02. Rw.02. Kecamatan Jenu, Kabupaten Tuban, Jawa Timur.

Baca Juga: Layangkan Somasi!!! Begini Pernyataan LSM GAP Terkait Proyek Pembangunan Syeh Wasil Kota Kediri

“Kejadian ini bermula pada Jumat (22/7/2017) sekitar pukul 14.45 WIB, diatas kapal Baruna Furtuna 1 di dalam Palkah 1 korban merasakan sakit nyeri dibagian dada sebelah kiri menjalar ke bagian gigi. Korban minta di pijat oleh teman kerjanya, Darus (40), selang beberapa menit setelah dipijat, korban langsung jatuh pingsan.

Melihat korban jatuh pingsan, Darus bersama teman-teman yang lain langsung melarikan korban ke puskesmas Tambakboyo. Namun sayang nyawa korban tidak bisa di selamatkan, setelah diperiksa oleh petugas Puskesmas, Korban Sudah meninggal dunia,” terang tim penyidik dari polsek jenu melalui Kasubbag Humas Polres Tuban AKP Elis Suendayati.

Baca Juga: Askot PSSI Kota Kediri Halal Bil Halal!! Tomy Ari Wibowo Minta Sinergi Bareng Bangkitkan Sepakbola di Kota Tahu

Korban bersama 16 orang teman yang bekerja sebagai buruh bongkar muat Semen di PT. Nusa Bawean 2 diketahui bekerja di mulai dari pukul 07.00 WIB, sampai dengan pukul 11.00 WIB (istirahat) dan mulai bekerja lagi pukul 13.00 WIB hingga pukul 15.00 WIB.

Sementara itu lanjut Kasubbag Humas Polres Tuban, setelah pihak kepolisian Polsek jenu mendapat laporan dari Asrun (44) pengurus Koperasi TKBM Karya Utama warga dari Desa Pelang, Kecamatan Kembangbau, Kabupaten Lamongan langsung mendatangi TKP ( tempat kejadian perkara).

“Membuat Sket TKP, memintakan visum et repertum mayat, menghubungi tim identifikasi Polres Tuban. Berdasarkan Visum dari petugas identivikasi tidak ditemukan tanda – tanda penganiayaan.

Setelah pihak keluarga dari korban membuat surat pernyataan dan menerima kejadian yang menimpa korban dan menolak untuk dilakukan pemeriksaan otopsi, mayat korban langsung di serahkan ke pihak keluarga untuk di semayamkan,” pungkas Elis. (mus)