Emping, makanan khas Indonesia yang populer, kini telah menjadi bagian dari kamus asal Amerika Serikat, Merriam Webster, sebagai salah satu dari 690 kata terbaru yang dimasukkan hingga tahun 2023. Artikel ini akan mengungkapkan lebih lanjut tentang jejak emping dalam kamus tersebut serta menjelajahi bagaimana emping, yang terbuat dari biji melinjo, menjadi camilan yang tak terpisahkan dari hidangan-hidangan Indonesia.
Emping Terpilih dalam Kamus Merriam Webster Tahun 2023
Kuliner Indonesia, emping telah dimasukkan ke dalam kamus asal Amerika Serikat, Merriam Webster, sebagai salah satu dari 690 kosa kata terbaru yang diperbarui hingga September 2023. Merriam-Webster adalah kamus bahasa Inggris tertua di Amerika Serikat dan didirikan oleh George dan Charles Merriam pada tahun 1831 di Springfield, Massachusetts.
Emping, dalam kategori makanan dan cara pembuatannya di kamus tersebut, didefinisikan sebagai kerupuk atau keripik yang memiliki rasa agak pahit yang populer di Indonesia. Emping ini dibuat dari biji pohon melinjo (Gnetum gnemon) yang dikeringkan dan dipipihkan.
Di Indonesia, emping sering digunakan sebagai pelengkap dalam hidangan seperti soto Betawi, nasi goreng, lontong sayur, dan bubur ayam. Selain itu, emping juga sering disantap sebagai camilan, baik dengan sambal maupun kecap manis.
Selain emping, terdapat pula hidangan lain yang disebut nasi jollof, yang didefinisikan sebagai hidangan nasi khas Afrika Barat yang dimasak dengan saus tomat dan bawang bombay. Nasi jollof ini biasanya diberi bumbu dengan bawang putih, thyme, cabai, dan rempah-rempah lainnya, seringkali disajikan dengan daging, ikan, atau sayuran.
Makanan Populer Indonesia Mendunia dan Proses Pembuatannya
Emping melinjo dipandang sebagai makanan khas dari Pandeglang, Banten, berdasarkan penentuan Kementerian Perindustrian pada tahun 2009. Meskipun begitu, emping juga diproduksi luas di berbagai wilayah di Indonesia, mulai dari Limpung (Kabupaten Batang) hingga Pidie (Aceh) dan Sulawesi.
Wilayah produsen utamanya terdapat di Jawa, seperti di Limpung, Kabupaten Klaten (Jawa Tengah), Bantul (Daerah Istimewa Yogyakarta), Magetan (Jawa Timur), dan Desa Karangtawang, Kabupaten Kuningan (Jawa Barat).
Emping tersedia dalam berbagai variasi rasa di pasaran, termasuk yang polos (asli), asin, pedas, atau manis, tergantung pada penambahan garam atau karamel gula.
Secara tradisional, pembuatan emping melalui beberapa tahapan. Pertama, biji melinjo dikupas dari kulitnya, lalu dimasukkan ke dalam wajan berisi pasir halus. Setelah menyalakan api, biji tersebut ditunggu sekitar 5 menit, tergantung pada ukuran dan suhu api.
Kemudian biji tersebut dipisahkan dari kulit kerasnya. Setelah itu, biji ini ditimpa di atas permukaan kayu yang datar dan licin agar mudah dipindahkan. Setelah tahapan pemindahan selesai, biji tersebut dijemur di bawah sinar matahari langsung untuk mengering dengan cepat.
Emping dalam Kamus Merriam Webster dan Jejaknya di Indonesia
Selain prestasi dalam kamus, emping juga memiliki jejak produksi yang meluas di berbagai wilayah Indonesia, terutama di Jawa. Variasi rasa emping, mulai dari polos hingga pedas atau manis, menambah keragaman pilihan bagi penikmat kuliner.
Proses pembuatan emping secara tradisional juga membawa warisan budaya yang tak ternilai. Emping melinjo tetap menjadi bagian penting dari kekayaan kuliner Indonesia yang patut dibanggakan.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












