Example floating
Example floating
BLITAR

Selamat Ulang Tahun, Polisiku: Masyarakat Blitar Raya Menanti Hoegeng-Hoegeng Baru

Prawoto Sadewo
×

Selamat Ulang Tahun, Polisiku: Masyarakat Blitar Raya Menanti Hoegeng-Hoegeng Baru

Sebarkan artikel ini
Penulis: Prawoto Sadewo, Wartawan Memo.co.id sekaligus Ketua SMSI Blitar Raya

Oleh: Wartawan Memo.co.id

Ketua SMSI Blitar Raya

Baca Juga: Suami di Blitar Tega Aniaya Istri Muda Akibat Cemburu Buta Live TikTok

Di usia ke-79 tahun, Kepolisian Negara Republik Indonesia bukan lagi sekadar dewasa. Ia telah memasuki usia matang masa yang semestinya mencerminkan kebijaksanaan, integritas, dan kedewasaan dalam menjalankan tugas sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.

Ketika menulis tentang Korps Bhayangkara, bayangan tentang sosok legendaris Hoegeng Imam Santoso tak bisa dihindarkan. Mantan Kepala Kepolisian Negara Republik Indonesia kelima ini, bukan sekadar pemimpin. Ia adalah ikon moralitas, keberanian, dan keteladanan dalam sejarah kepolisian. Dikenal sebagai polisi yang jujur, humanis, dan berintegritas tinggi, Hoegeng adalah teladan yang terus dikenang. Polisi yang bukan hanya pemberani dalam menegakkan hukum, tapi juga seniman, musisi, pelukis, dan pecinta berkebun.

Baca Juga: Bursa Ketua DPC PKB Blitar Memanas, Gus Tamim dan Fathoni Muncul Sebagai Penantang Serius Mak Rini

Kini, di era digital yang serba cepat dan transparan, masyarakat mendambakan hadirnya sosok-sosok Hoegeng baru. Meski di tengah dinamika dan tantangan, tak bisa dimungkiri bahwa masih ada oknum yang menyimpang dari nilai-nilai luhur Bhayangkara. Pungli, penyalahgunaan wewenang, dan ketidakadilan kerap menjadi sorotan. Namun, penting untuk membedakan institusi dari segelintir oknum. Sebab, di sisi lain, banyak pula anggota kepolisian yang bekerja dalam diam, menjaga stabilitas dan merawat kepercayaan masyarakat.

Di Blitar Raya, dua sosok Kapolres telah menjadi wajah profesionalisme kepolisian saat ini: AKBP Arif Fazlurrahman, sebagai Kapolres Blitar, dan AKBP Titus Yudho Uly, sebagai Kapolres Blitar Kota. Keduanya bak dua sisi mata uang—memiliki gaya kepemimpinan berbeda, namun bersatu dalam semangat yang sama: menjaga kondusivitas wilayah dan melayani masyarakat sepenuh hati.

Baca Juga: Dari Jalanan Menuju Kemandirian, Kisah Inspiratif Nasabah PNM Mekaar

Kehadiran mereka terasa di setiap momentum penting. Pilkada serentak berjalan aman, even olahraga seperti pertandingan sepak bola dengan ribuan penonton berlangsung tertib. Perayaan keagamaan, kegiatan sosial, hingga bantuan kesehatan pun dikawal dengan kepedulian yang nyata. Dalam sunyi, mereka menggerakkan program-program yang menyentuh akar kebutuhan masyarakat. Dari santunan yatim-piatu hingga dukungan terhadap ekonomi masyarakat, kepolisian hadir bukan hanya sebagai penjaga hukum, tapi juga mitra sosial.

Tak ada institusi yang sempurna. Namun dalam kerendahan hati, masyarakat Blitar Raya menyampaikan apresiasi. Melalui Serikat Media Siber Indonesia (SMSI) Blitar Raya, penghargaan diberikan. Kapolres Kota Blitar dinobatkan sebagai “Dedicated Law Enforcer”, dan Kapolres Kabupaten Blitar sebagai “Populist and Humanist Law Enforcer”. Dua gelar yang mencerminkan dedikasi mereka dari kacamata masyarakat dan media.

Di ulang tahun ke-79 ini, semoga setiap kritik menjadi cambuk perbaikan. Setiap apresiasi menjadi pemacu semangat. Masyarakat Blitar tidak menuntut kesempurnaan, hanya kehadiran yang nyata. Polisi yang paham karakter masyarakatnya, memahami geografi sosialnya. Polisi yang tidak hanya hadir ketika ada masalah, tetapi menjadi bagian dari solusi sejak awal.

Di pundak para Bhayangkara hari ini, harapan itu digantungkan. Semoga ke depan, koordinasi dengan Forkopimda dan stakeholder lain terus terjaga. Karena kedamaian dan keamanan, tak hanya tugas polisi. Tapi, fondasi utama bagi kemajuan Blitar Raya.

Selamat Ulang Tahun, Polisiku.

Kami, masyarakat Blitar Raya, akan selalu membutuhkan perlindungan, pengayoman, dan keteladananmu. Semoga semangat Hoegeng hidup kembali, di setiap langkah kaki para Bhayangkara hari ini.