Tomi menambahkan, sebelum adanya program tersebut, banyak peternak kesulitan menjaga stabilitas harga akibat fluktuasi pasar. Namun sejak MBG berjalan, permintaan telur meningkat stabil, dan harga di tingkat peternak pun lebih terjaga.
“Dulu harga telur sering jatuh, apalagi saat produksi melimpah. Sekarang, dengan adanya program MBG, ada jaminan pasar yang jelas. Ini bukti nyata dari janji kampanye Pak Prabowo untuk memperkuat sektor pangan dan memberdayakan pelaku usaha kecil,” katanya.
Baca Juga: PKK Rejotangan Dorong Ketahanan Keluarga, Soroti Lonjakan Perceraian di Tulungagung
Selain membantu peternak, Tomi juga menilai program MBG sejalan dengan visi besar Presiden Prabowo untuk menciptakan kemandirian pangan nasional. Melalui skema yang terintegrasi antara pemerintah, peternak, dan pelaku usaha, program ini disebut mampu mendorong perputaran ekonomi dari desa ke kota secara lebih merata.
“Satu tahun kepemimpinan Pak Prabowo sudah menunjukkan hasil konkret. Dari janji kampanye tentang pemberantasan korupsi, penguatan ekonomi rakyat, sampai program makan bergizi gratis — semuanya mulai terasa manfaatnya. Kami para pelaku usaha di sektor peternakan merasa diperhatikan,” tegas Tomi.
Baca Juga: Mantan Wabup Blitar Jadi Korban Penipuan, Terpidana Mulia Wiryanto jadi Buron
Ia berharap agar program MBG terus diperluas cakupannya dan dijaga konsistensinya, karena selain menyehatkan generasi muda, kebijakan ini juga menghidupkan sektor ekonomi produktif di pedesaan.
“Program ini bukan hanya soal makan bergizi, tapi tentang pemerataan kesejahteraan. Inilah bukti bahwa janji politik Pak Prabowo bukan sekadar slogan,” pungkasnya.
Baca Juga: Tinggalkan Kendaraan Bermotor, PUPR Blitar Bangun Budaya Kerja Ramah Lingkungan












