MEMO – Ribuan warga dari berbagai penjuru daerah ikut meramaikan tradisi Koko`o yang berlangsung di Kota Gorontalo pada Sabtu kemarin. Tradisi unik ini bertujuan untuk membangunkan masyarakat agar siap menjalani makan sahur di bulan suci Ramadhan.
Ketua Koko`o Gorontalo, Fiqram Idrus, mengungkapkan bahwa tahun ini, panitia telah menyediakan sebanyak 800 kentungan bambu yang dibagikan gratis kepada warga yang ingin berpartisipasi dalam tradisi tersebut.
“Antusiasme masyarakat luar biasa. Kami melihat semangat mereka sangat besar, terutama untuk menyambut Ramadhan yang penuh berkah ini,” ungkap Fiqram.
Berdasarkan pengalaman dari tahun-tahun sebelumnya, pelaksanaan Koko`o pada awal Ramadhan tahun 1446 Hijriah ini tergolong sukses. Menurut Fiqram, acara ini bahkan lebih meriah dibandingkan tahun sebelumnya. Tidak hanya warga Gorontalo yang berpartisipasi, namun juga masyarakat dari luar Gorontalo yang ikut merasakan kemeriahan tradisi ini.
Fiqram menjelaskan bahwa tujuan utama dari kegiatan tahunan ini adalah untuk mengenalkan tradisi dan budaya Gorontalo pada bulan suci Ramadhan. Tradisi ini melibatkan penggunaan kentungan bambu dan alat musik bambu polo palo untuk membangunkan warga yang sedang bersiap sahur.
Pelaksanaan kegiatan tahunan ini berjalan dengan lancar, berkat persiapan yang matang, pengurusan izin yang tepat, serta dukungan dari pemerintah dan sponsor yang turut membantu kelancaran acara.
“Alhamdulillah, semuanya berjalan dengan lancar. Kami sangat bersyukur atas dukungan dari semua pihak, baik dari pemerintah maupun para sponsor yang membuat kegiatan ini sukses terlaksana,” kata Fiqram.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












