Perusahaan ride-hailing Gojek telah mengambil langkah signifikan dengan menurunkan komisi driver di Singapura. Meskipun kebijakan ini hanya berlaku di negara tetangga, langkah tersebut bertujuan untuk mengatasi krisis driver dan menjadikan layanan taksi online lebih terjangkau.
Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik
Mulai 1 November hingga akhir 2024, komisi turun dari 15 persen menjadi 10 persen, membawa sejumlah perubahan signifikan dalam dinamika industri ride-hailing di Singapura.
Gojek Singapura Turunkan Komisi Driver: Tarif Lebih Murah & Driver Makin Bahagia
Komisi yang dikenakan kepada para driver Gojek mengalami penurunan. Namun, perubahan ini tidak berlaku di Indonesia, melainkan hanya berlaku di negara tetangga kita, yaitu Singapura.
Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu
Mulai 1 November hingga setidaknya hingga akhir tahun 2024, perusahaan ride-hailing Gojek akan mengurangi biaya layanannya, yang disebut komisi, dari 15 persen menjadi 10 persen untuk setiap perjalanan.
Keputusan ini diambil dengan tujuan untuk mengatasi krisis yang sedang dialami oleh para driver, yang telah membuat tarif layanan taksi online menjadi lebih mahal dan waktu tunggu penumpang menjadi lebih lama.
Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele
Gojek menyatakan bahwa alasan di balik penurunan tingkat komisi atau biaya layanan ini adalah karena meningkatnya permintaan akan layanan ride-hailing serta biaya operasional yang semakin tinggi bagi para pengemudi.
Seorang juru bicara Gojek Singapura menjelaskan, “Penurunan biaya layanan ini akan membantu meningkatkan pendapatan yang diterima oleh para pengemudi, sambil tetap memastikan bahwa layanan Gojek tetap dapat diandalkan dan diakses oleh konsumen.” Hal ini dikutip dari Straits Times pada Senin, 23 Oktober 2023.












