Tulungagung, Memo.co.id
Suasana bulan suci Ramadan tak menyurutkan semangat ratusan warga yang tergabung dalam komunitas 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera” untuk menyampaikan aspirasi. Pada Senin (23/2/2026) sekitar pukul 15.30 WIB, sekitar 250 perwakilan masyarakat dari berbagai desa se-Kecamatan Rejotangan mendatangi Kantor Kecamatan Rejotangan.
Aksi damai tersebut awalnya diperkirakan akan dihadiri sekitar 1.200 peserta. Namun, yang hadir sekitar 250 perwakilan desa, di antaranya Desa Sumberagung, Tanen, Sukorejo Wetan, Tenggong, Panjerejo, Tenggur, Karangsari, Tugu, serta desa lainnya.
Baca Juga: Dari Meja Miras ke Bara Api: Kronologi Pembakaran Toko di Garum
Kehadiran mereka bertujuan untuk bersilaturahmi sekaligus menyampaikan aspirasi terkait banyaknya jalan rusak di wilayah Kecamatan Rejotangan yang dinilai membahayakan pengendara, baik roda dua maupun kendaraan lainnya.
Masyarakat ingin mengetahui sejauh mana langkah yang telah dilakukan Camat Rejotangan, Djarot, dalam menyikapi persoalan tersebut.
Baca Juga: PUPR Kabupaten Blitar Siapkan Jalan Aman untuk Pemudik, 14 Titik Kerusakan Jadi Prioritas
Korwil Timur 212 Loro Siji Loro, Edi Suyanto, dalam penyampaiannya menyinggung adanya persepsi terkait regulasi baru yang menyebutkan bahwa jalan tertentu tidak boleh dibangun atau diperbaiki sembarangan karena dapat memengaruhi kualitas konstruksi jalan itu sendiri.
“Di satu sisi masyarakat ingin segera ada penanganan, meskipun sementara. Tapi di sisi lain ada aturan dan keterbatasan anggaran dari pusat yang membuat harus ada skala prioritas. Ini yang perlu penjelasan agar tidak menimbulkan polemik,” ujarnya.
Baca Juga: Gerindra Blitar Rangkul Media di Ramadan, Perkuat Sinergi dan Komunikasi Publik
Dalam aksi tersebut, masyarakat menyampaikan tuntutan melalui petisi. Mereka berharap Camat Rejotangan bersama Forkopimcam dapat mengawal aspirasi itu untuk dikonsolidasikan ke Pemerintah Kabupaten Tulungagung dalam kurun waktu satu tahun ke depan.
Koordinator lapangan aksi, Robet Avandi, menyatakan apabila dalam waktu tersebut tidak ada respons atau progres nyata, pihaknya akan kembali bersilaturahmi ke kantor kecamatan dengan jumlah massa yang lebih besar.
Menanggapi hal itu, Camat Rejotangan, Djarot, menyampaikan terima kasih atas kehadiran dan aspirasi yang disampaikan secara damai. Ia juga meminta doa serta dukungan masyarakat dalam mengawal perjuangan tersebut agar bisa ditindaklanjuti sesuai mekanisme yang berlaku.
Usai aksi damai, kegiatan dilanjutkan dengan pembagian takjil oleh Korwil Timur Rejotangan bersama Forkopimcam. Aksi berlangsung tertib, aman, dan kondusif.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Umum 212 Loro Siji Loro “Rakyat Makmur Sejahtera”, Dana, Dewan Pertimbangan Bagus Romadhon, serta pengurus DPC 212 Kabupaten Kediri, Arif.
Dalam keterangannya, Dana menekankan pentingnya sinergi antara masyarakat, pemerintah desa, dan kecamatan.
“Pergerakan 212 ini bukan untuk menjadi momok yang menakutkan atau menyudutkan siapa pun. Kami ingin bergandengan tangan demi Tulungagung yang lebih baik,” tegasnya.
Ia juga menyampaikan apresiasi terhadap kinerja Bupati Tulungagung, Gatut Sunu Wibowo, yang dinilai telah menunjukkan komitmen pembangunan. Menurutnya, masyarakat siap mendukung langkah pemerintah daerah demi mewujudkan Tulungagung yang bersatu dan semakin maju.**












