Selain itu, Miftachul berpendapat bahwa Allah SWT akan memberikan hukuman kepada mereka yang suka membuat hal-hal menjadi viral atau menyebarkan berita yang tidak valid. Menurutnya, hukuman tersebut dapat diterima baik di dunia maupun akhirat.
Menurut Miftachul, paham NU selalu menjaga rahasia saudaranya dan tidak mudah menyebarkan kabar yang tidak valid.
Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya
“NU selalu menjaga rahasia saudaranya. Tidak mudah bagi NU untuk menyebarkan kabar yang tidak valid tanpa melakukan tabayun dan klarifikasi terlebih dahulu. Ini bukan prinsip-prinsip yang dianut oleh NU. Sepertinya, hal ini sudah menular dari kelompok-kelompok yang memiliki aliran yang keras,” ujarnya.
Menelusuri Ajaran Miftachul Akhyar: Ketaatan dan Sabar, Kunci Kehormatan dan Kesejahteraan
Dalam rangkaian pesan dan amanatnya, Miftachul Akhyar dengan tegas memandang ketaatan sebagai modal utama bagi kader NU. Menghindari penghinaan terhadap pemimpin, menjaga kesabaran di saat situasi sulit, dan menolak menyebarkan berita tidak valid adalah prinsip yang dianut oleh NU.
Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi
Ketaatan kepada pemimpin, baik di tingkat organisasi maupun negara, dianggap sebagai bentuk penghormatan kepada Allah. Sebaliknya, tindakan merendahkan pemimpin dapat mendatangkan balasan.
Oleh karena itu, menurut Miftachul, menjaga nilai-nilai ini adalah kunci kehormatan dan kesejahteraan. Dengan demikian, menjadi kader NU sejati berarti mengamalkan ajaran ini dalam kehidupan sehari-hari.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum