Waldinger menjelaskan bahwa pekerjaan-pekerjaan tersebut memiliki minim interaksi sosial karena para pekerja harus bekerja dengan cepat dan mandiri, sehingga mereka tidak memiliki waktu untuk berbaur dengan lingkungan sekitar mereka.
Namun, masalah kesepian bukan hanya terbatas pada mereka yang bekerja sendirian. Orang yang memiliki pekerjaan sosial yang sibuk juga dapat merasa terisolasi jika tidak memiliki interaksi yang positif dan bermakna dengan orang lain, seperti yang terjadi pada pekerja customer service.
Waldinger menambahkan, “Kami menyadari bahwa orang-orang di customer service seringkali merasa sangat tertekan dengan pekerjaan mereka, terutama ketika mereka harus berbicara di telepon sepanjang hari dengan orang-orang yang bermacam-macam emosi.”
Kesehatan Mental dan Produktivitas: Pentingnya Hubungan Sosial di Tempat Kerja
Para peneliti juga menemukan bahwa meluangkan waktu untuk bersosialisasi di tempat kerja, seperti berbincang ringan dengan rekan kerja, terbukti dapat membantu mengatasi kesepian dan ketidakpuasan para pekerja.
Namun, beberapa atasan kadang beranggapan bahwa produktivitas karyawan akan menurun jika mereka terlalu banyak mengobrol atau bersenang-senang di kantor. Padahal, hasil dari sebuah laporan Gallup pada tahun 2022 menunjukkan bahwa orang yang memiliki sahabat di tempat kerja justru lebih produktif daripada mereka yang tidak memiliki teman di lingkungan kerja.
Saat mencari pekerjaan, sebagian besar orang berfokus pada kompensasi finansial dan asuransi kesehatan sebagai sumber kebahagiaan. Namun, Robert Waldinger dan Direktur Asosiasi Harvard Study of Adult Development, Marc Schulz, berpendapat bahwa hubungan kerja seharusnya menjadi fokus yang lebih diperhatikan sebagai sumber kebahagiaan.
“Hubungan yang positif di tempat kerja dapat mengurangi tingkat stres seseorang, menciptakan pekerja yang lebih sehat, dan memberikan perasaan bahagia setelah pulang kerja,” ungkap Waldinger dan Schulz dalam buku mereka yang berjudul “The Good Life.”
Dampak Interaksi Sosial Positif dalam Pekerjaan terhadap Kesejahteraan dan Kebahagiaan
Oleh karena itu, dalam mencari pekerjaan, selain mempertimbangkan kompensasi finansial dan asuransi kesehatan, penting untuk memperhatikan hubungan kerja yang positif sebagai sumber kebahagiaan dan kesejahteraan.
Interaksi sosial yang baik di tempat kerja dapat membantu mengurangi tingkat stres, menjadikan karyawan lebih sehat, dan memberikan perasaan bahagia setelah pulang kerja. Hal ini menegaskan bahwa aspek sosial dalam pekerjaan seharusnya menjadi perhatian utama dalam menciptakan lingkungan kerja yang positif dan memuaskan.












