Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Jatim

Psikologis Terguncang Usai Cerai, Ibu di Pamekasan Nekat Habisi Nyawa Anak Kandung

A. Daroini
×

Psikologis Terguncang Usai Cerai, Ibu di Pamekasan Nekat Habisi Nyawa Anak Kandung

Sebarkan artikel ini
Psikologis Terguncang Usai Cerai, Ibu di Pamekasan Nekat Habisi Nyawa Anak Kandung

Memo, Pamekasan — Tekanan mental berat usai berpisah dari suami diduga menjadi pemicu utama di balik tragedi berdarah yang menggemparkan warga Dusun Karang Dalem, Desa Pademawu Barat, Pamekasan. Seorang ibu berinisial DA (31) tega menghabisi nyawa anak kandungnya sendiri, TD (10), pada Senin (17/8/2026), akibat kondisi kejiwaannya yang tidak stabil.

Kasus ibu bunuh anak di Pamekasan ini langsung menyita perhatian publik setelah kepolisian menetapkan DA sebagai tersangka resmi. Berdasarkan investigasi awal, beban hidup sebagai orang tua tunggal tanpa dukungan komunikasi dari mantan suami memperburuk kondisi psikologis pelaku yang telah lama berjuang melawan gangguan jiwa.

Kasi Humas Polres Pamekasan, IPDA Yoni Evan Pratama, membeberkan bahwa tekanan hidup yang menumpuk sejak perceraian pada tahun 2020 membuat DA harus merawat ketiga anaknya seorang diri dibantu oleh ibunya. Beban mental tersebut berujung pada kambuhnya gejala kejiwaan yang sempat mereda sejak pengobatan terakhir di tahun 2023.

“Dari keterangan keluarga, terduga pelaku ini bercerai dengan suaminya, jadi 2020 hingga sekarang itu terduga pelaku hidup bersama tiga anak kandungnya bersama ibunya,” jelas IPDA Yoni kepada awak media, Rabu (19/8/2026).

Pihak keluarga sebenarnya sempat mendeteksi tanda-tanda kembalinya gangguan mental tersebut dua hari sebelum kejadian tragis terjadi. DA dilaporkan kerap menunjukkan gelagat aneh, seperti marah-marah tanpa alasan jelas dan berbicara sendiri, yang luput dari penanganan medis darurat.

Puncak dari kekacauan mental tersebut terjadi ketika rumah dalam keadaan sepi setelah pelaku menyuruh ibu kandungnya pergi keluar bersama dua anak lainnya. Nenek korban yang kembali ke rumah terkejut mendapati cucunya bersimbah darah di teras dengan luka sayatan senjata tajam.

Kini, di balik proses hukum yang berjalan, penyidik kepolisian memprioritaskan penanganan medis khusus bagi tersangka. Kasus ibu bunuh anak di Pamekasan ini membuka mata publik akan pentingnya sistem dukungan sosial dan penanganan kesehatan mental yang komprehensif bagi para orang tua tunggal yang mengalami tekanan berat.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini