Pemerintah Bali akan melanjutkan pembangunan Tol Gilimanuk – Mengwi setelah proyek ini terhenti pada tahun 2022. Proyek tol yang diharapkan mengatasi kemacetan dan meratakan ekonomi ini membutuhkan investasi besar dan tengah dalam tahap tender. Bagaimana perkembangan terbaru dan implikasinya bagi Bali?
Wajib Tahu! Tol Gilimanuk – Mengwi Bali Solusi Kemacetan!
Pada tahun 2024 ini, pemerintah Bali akan melanjutkan pembangunan Tol Gilimanuk – Mengwi yang sempat terhenti sejak 2022. Proyek ini terhenti karena PT Jagat Kerti Bali, badan usaha jalan tol (BUJT), mundur karena tidak bisa memenuhi pembiayaan atau financial close. PT Jagat Kerti Bali telah membebaskan lahan 44,64 hektare senilai Rp 112,37 miliar untuk proyek tersebut.
Menurut Badan Pengatur Jalan Tol (BPJT), Tol Gilimanuk – Mengwi terbagi menjadi 3 seksi: Gilimanuk – Pekutatan sepanjang 53,6 km, Pekutatan – Soka sepanjang 24,3 km, dan Soka – Mengwi sepanjang 18,9 km. Proyek ini dijadwalkan selesai pada tahun 2028.
Proyek tol sepanjang 96,84 km ini membutuhkan investasi Rp24,98 triliun. Diharapkan tol ini akan mengatasi kemacetan di Jalan Raya Denpasar-Gilimanuk, mempersingkat waktu perjalanan dari Gilimanuk ke Denpasar dari 5-7 jam menjadi 1,5-2 jam.
Pemerintah Bali Optimis Rampungkan Proyek Tol Gilimanuk – Mengwi Tahun 2028
Tol ini juga diharapkan meratakan ekonomi di Bali dan meningkatkan produktivitas transportasi. Jalur khusus roda dua untuk sepeda dan sepeda motor juga akan dibangun.
BPJT masih membuka tender pembangunan proyek ini, dengan dukungan pemerintah pada seksi Soka – Mengwi.
Investor dapat mendaftar pada situs BPJT mulai Senin, 18 Maret 2024, hingga Kamis, 25 April 2024, dari jam 08.00-16.00 WIB. Seluruh badan usaha tunggal atau konsorsium dapat mendaftar, dengan pendaftaran prakualifikasi oleh direktur utama perusahaan atau yang dikuasakan tanpa biaya.
Kementerian PUPR akan melakukan studi kelayakan kembali untuk memastikan proyek ini bisa diambil alih oleh pemerintah.
Menteri Keuangan menyarankan tiga hal terkait perubahan proyek menjadi solicited, yaitu legal opinion dari Jaksa Agung, audit proyek oleh BPKP, dan dukungan pembebasan lahan dari LMAN senilai Rp 3,9 triliun karena proyek ini menjadi pemrakarsa pemerintah.
Langkah Strategis Pemerintah Bali Menuju Realisasi Tol Gilimanuk – Mengwi
Dalam upaya mendorong proyek tol Gilimanuk – Mengwi menuju tahap konstruksi, pemerintah Bali melakukan berbagai langkah. Feasibility study dilakukan kembali sebagai langkah penting sebelum lelang proyek.
Menteri Keuangan memberikan saran terkait perubahan proyek dari unsolicited menjadi solicited, dengan persyaratan yang harus dipenuhi, seperti legal opinion dari Jaksa Agung, audit proyek oleh BPKP, dan dukungan pembebasan lahan dari LMAN. Semua langkah ini diambil untuk memastikan kelancaran dan keberhasilan proyek tol yang diharapkan menjadi solusi atas masalah kemacetan di Bali.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












