Soleman juga menyoroti kebijakan pembubaran batalion yang sering kali diterapkan sebagai respons terhadap pelanggaran di lingkungan militer. Ia berpendapat, pendekatan ini tidak menyelesaikan masalah inti dan bisa berdampak negatif terhadap moral prajurit.
“Lebih baik kita punya prajurit yang jumlahnya sedikit tapi sejahtera, daripada banyak prajurit yang kesulitan memenuhi kebutuhan hidupnya,” katanya. Ia berharap agar pemerintah dan TNI terus mengupayakan kebijakan yang mendukung kesejahteraan prajurit untuk menjaga stabilitas dan profesionalisme dalam tubuh militer.












