Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Prabowo Beli Pesawat Mirage Picu Kontroversi Pilpres

Alfi Fida
×

Prabowo Beli Pesawat Mirage Picu Kontroversi Pilpres

Sebarkan artikel ini
Prabowo Beli Pesawat Mirage Picu Kontroversi Pilpres
Prabowo Beli Pesawat Mirage Picu Kontroversi Pilpres

MEMO

Pembelian 12 pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas dari Qatar oleh Menteri Pertahanan Prabowo Subianto memicu perdebatan sengit dalam Pilpres 2024. Kritik keras dari Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo terhadap keputusan ini menggarisbawahi ketegangan antara penguasaan alat pertahanan dan kebutuhan sosial di Indonesia.

Baca Juga: Ziarah ke Makam Ayahnya, Megawati Pertegas Semangat Merawat Warisan Bung Karno 

Mengapa Pembelian Pesawat Mirage 2000-5 Qatar Jadi Sorotan Kritik?

Rencana Menteri Pertahanan, Prabowo Subianto, untuk membeli 12 pesawat tempur Mirage 2000-5 bekas dari Angkatan Udara Qatar guna meningkatkan kesiapan tempur TNI AU, menjadi fokus utama dalam debat calon presiden pada Minggu (7/1) yang baru saja berlangsung.

Anies Baswedan dan Ganjar Pranowo, yang masing-masing merupakan calon presiden nomor urut 1 dan 3, mengkritik keputusan Prabowo, yang juga mencalonkan diri sebagai nomor urut 2.

Baca Juga: Kapolres Blitar Klarifikasi Isu Dugaan Penganiayaan Ajudan Wakapolres

Ganjar menilai langkah Prabowo tersebut terlalu terburu-buru dan berpotensi membahayakan para prajurit. Menurutnya, keputusan ini diambil tanpa mempertimbangkan pendapat dari para prajurit maupun petinggi di tiga matra. Hal ini ia ketahui setelah berdiskusi dengan sejumlah perwira dari ketiga matra tersebut.

Sementara itu, Anies menganggap pembelian pesawat bekas sebagai kebijakan yang kurang tepat. Ia menyoroti bahwa dalam waktu yang sama, banyak anggota TNI yang belum memiliki rumah.

Baca Juga: Beky Herdihansah Janji Perjuangkan Harga Telur Peternak Rakyat Blitar, Siap Surati Pemerintah Pusat

Pada debat Pilpres 2024 yang berlangsung di Istora Senayan, Jakarta pada malam hari tanggal 7 Januari, Prabowo menjelaskan alasan di balik rencana Kementerian Pertahanan untuk membeli pesawat bekas daripada pesawat baru.

Prabowo menekankan bahwa yang perlu diperhatikan dalam alat pertahanan dan keamanan, baik itu pesawat atau kapal perang, adalah umur pakainya, bukan statusnya baru atau bekas. Ia menyebut rata-rata umur alat perang saat ini berkisar antara 25 hingga 30 tahun.

“Idealnya, pesawat seperti Mirage 2000-5 yang ada di Qatar dan ingin kita akuisisi memiliki usia pakai sekitar 15 tahun. Teknologinya juga lebih canggih,” ungkap Prabowo.

Debat Pilpres 2024: Usia Pakai Alat Pertahanan vs. Kebutuhan Sosial

Prabowo juga menambahkan bahwa jika Indonesia berniat membeli pesawat baru, waktu yang dibutuhkan untuk memperolehnya akan lama, sekitar 3 tahun untuk pengadaan dan 7 tahun baru bisa dioperasikan.

“Selama 3 hingga 7 tahun ini, kita perlu memiliki deterrence, kita butuh kemampuan, ini artinya alat kita akan tertinggal,” tambahnya.

Prabowo juga menyebutkan bahwa Presiden RI pertama, Sukarno, juga menggunakan alat perang bekas ketika menghadapi masalah di Irian Barat. Berbagai alat perang bekas tersebut meliputi pesawat terbang, kapal selam, cruiser destroyer, dan sebagian besar peralatan tempur lainnya.

Ia menegaskan bahwa hingga saat ini, sejumlah alat perang bekas tetap digunakan oleh Indonesia. Sekitar setengah dari alat perang di mana pun juga menggunakan barang bekas.

Selain itu, dalam pembelian pesawat bekas, Kementerian Pertahanan juga akan menilai jam terbang dan kualitasnya. Prabowo menegaskan bahwa dia akan memberikan yang terbaik untuk prajurit TNI sebagai tanggapan atas kritik dari Anies.

“Dalam hal alat perang, saya katakan, yang penting bukanlah status baru atau bekas, melainkan umurnya. Untuk pesawat, yang terpenting adalah jam terbang. Dan tentunya, kita ingin memberikan yang terbaik untuk prajurit kita. Namun, kita juga harus tetap setia kepada hal-hal yang lebih besar, seperti krisis Covid, Ukraina, kenaikan harga pangan, dan BBM,” papar Prabowo.

Komisi Pemilihan Umum (KPU) telah berhasil menyelenggarakan debat ketiga Pilpres 2024 pada Minggu (7/1) malam di Istora Senayan, Jakarta. Dalam debat tersebut, ketiga calon presiden telah menyampaikan gagasan mereka yang berkaitan dengan pertahanan, keamanan, geopolitik, hubungan internasional, dan politik luar negeri.

Polemik Pembelian Pesawat Mirage 2000-5: Usia Pakai atau Kebutuhan Sosial dalam Pilpres 2024

Pada Pilpres 2024, rencana pembelian pesawat bekas menjadi sorotan utama. Ganjar Pranowo menilai keputusan ini terlalu terburu-buru, mengkhawatirkan keselamatan para prajurit yang tidak terdengar aspirasinya.

Sementara Anies Baswedan menyoroti prioritas, di mana banyak anggota TNI masih kekurangan rumah. Prabowo Subianto, dalam debat di Istora Senayan, menegaskan pentingnya melihat usia pakai alat pertahanan daripada status baru atau bekas.

Ia menegaskan bahwa pesawat dengan usia pakai 15 tahun dari Qatar memiliki teknologi yang lebih canggih, membutuhkan waktu 3-7 tahun untuk pengadaan baru, sementara kebutuhan akan kemampuan dan detterence sangat mendesak.