Ketua Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) Agus Rahardjo dan Wakil Ketua Laode Muhammad Syarif menerima ancaman bom di rumah mereka, secara bersamaan . ” Kami memiliki prosedur operasi standar kami di daerah. Kami juga menugaskan prtugas kepolisian di tingkat POlsek hingga Polres, untuk menjaga para pejabat daerah,” ungkap Argo.
Sebelumnya pada hari itu, sebuah tas yang diduga berisi bom pipa ditemukan tergantung di pagar di depan rumah Agus oleh penjaga keamanan. Namun, setelah memeriksa perangkat itu, polisi menjelaskan bahwa ia tidak memiliki kemampuan meledak meskipun tampilannya.












