Handoko memastikan bahwa menu PMT posyandu, termasuk bakso, telah dikonsultasikan dengan ahli gizi di puskesmas. “Memang dari puskesmas disarankan ada perubahan menu PMT posyandu. Bakso ini masih dianggap masuk untuk memenuhi gizi anak,” tutur Handoko.
Sementara itu, Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Blitar, dr. Christine Indrawati, membenarkan bahwa bakso diperbolehkan sebagai menu PMT posyandu. Dalam petunjuk teknis, makanan untuk balita harus mengandung protein hewani atau nabati, karbohidrat, dan buah. Christine menduga menu bakso yang jarang diberikan ini membuat anggota posyandu terkejut, sehingga muncul anggapan adanya MSG atau penyedap rasa yang memicu kekhawatiran orang tua.
PMT Posyandu Blitar, Gizi Balita Blitar , Kesehatan Anak Blitar
Baca Juga: UMKM Lokal Bergairah, RaDja Hadirkan Bazar 10 Hari Penuh di Kanigoro












