Dengan total 400 kambing yang dimilikinya sekarang, Slamet hanya membersihkan kotoran kambing di kandang kurang lebih sebulan sekali. Kok bisa? Ia merancang sedari awal, di bawah pijakan kandang kambing, ada semacam rongga-rongga pembuangan kotoran. Di bawah itulah penampungan kotoran sementara kambing miliknya terbuang.
Apabila waktunya pembersihan, kotoran kambing tersebut akan diangkat dan diproses lagi menjadi kompos atau pupuk alami untuk kebunnya.
Baca Juga: Kisah Inspiratif Peternakan Berkah Bersama Sejahtera, dari Rp20 Juta Menjadi Aset Rp80 Miliar
Tak hanya faktor desain yang unik, bersih, dan nyaman. Slamet mengatakan bahwa pemilihan pakan kambing juga sangat mempengaruhi pertumbuhan kambing dan kesehatan kambing secara keseluruhan.
“Selain kandang yang bersih, nyaman serta tidak bau. Yang terakhir tentunya kambing juga mesti sehat gemuk. Ini saya lakukan agar konsumen tertarik dan melihat serta dapat memilih sendiri kambing yang akan dibelinya,” imbuhnya.
Pria paruh baya tersebut juga memberikan jasa service gratis kepada konsumennya apabila ada yang berniat inden kambing semisal satu bulan sebelumnya.
Harga kambing milik Slamet juga tidak semahal yang kita bayangkan. Slamet bisa langsung menjadi guide ketika kalian mampir ke peternakan kambing miliknya.
Baca Juga: KAI Daop 7 Madiun Berhasil Tangkap Pelaku Pencuri Baut Rel di Blitar, Humas : Ini Kejahatan Serius
“Intinya konsumen saya servis sebaik mungkin. Mau konsultasi soal kandang atau perawatan juga saya sangat terbuka. Untuk budgeting pembelian konsumen juga nanti saya arahkan sesuai budget yang mereka punya,” tuturnya. Kini, peternakan kambing milik Slamet sudah mulai banyak dikenal orang. Pelanggan setianya dari Sidoarjo, Surabaya, Gresik, Malang dan sebagainya.












