Tidak hanya wilayah Blitar, para pembudidaya mampu memenuhi permintaan gurami hingga ke berbagai daerah lain. Diantaranya, hingga ke Semarang, Surabaya dan juga Jakarta.
Budidaya ikan Gurame di Blitar selain mampu memenuhi kebutuhan di wilayahnya, juga ke wilayah lainnya seperti Semarang, Surabaya dan juga Jakarta.
Lokasi pengiriman yang jauh menjadi sebuah tantangan tersendiri. Pasalnya, ikan harus dipastikan tetap dalam keadaan hidup hingga sampai di tujuan. Terlebih proses pengiriman ikan dilakukan dengan menggunakan kendaraan bak terbuka sehingga untuk menjaga mutu, ikan harus sampai kepada konsumen maksimal 3 hari.
“Untuk pengiriman, pertama pastikan kondisi ikan sehat, kedua kelebihan gurami itu gak membutuhkan tambahan oksigen lebih jadi daya tahannya lumayan kuat saat dikirim ke luar kota. Lalu untuk medianya kita pakai jeriken ukuran 35 liter. Isi guraminya disesuaikan, kalau jauh misal ke Jakarta itu bisa diisi 7 ekor. Sedangkan kalau jaraknya gak terlalu jauh bisa diisi 10 ekor,” tutur Deni.
Baca Juga: Harga Pare Blitar Loyo! Petani Gigit Jari, Rupiah Menyusut Drastis di Tengah Panen!
Sebelumnya Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) terus berupaya mendorong pemulihan ekonomi pasca pandemi baik bagi pembudidaya, nelayan, maupun pelaku usaha kelautan dan perikanan lainnya. Hal ini turut didukung juga oleh berbagai program terobosan KKP seperti melalui pengembangan kampung budidaya dan dukungan akses permodalan dengan bunga ringan melalui satuan kerjanya Lembaga Pengelola Modal Usaha Kelautan dan Perikanan (LPMUKP).












