Kampung MH Thamrin di kawasan Setu Babakan tetap menjadi primadona bagi para pelancong yang ingin merasakan nuansa budaya Betawi selama libur Lebaran. Hal ini diungkapkan oleh Tonny Bako, Kepala Unit Pengelola Kawasan Perkampungan Budaya Betawi (UPK PBB) Setu Babakan.
“Kampung MH Thamrin menjadi daya tarik utama selama sepekan liburan, terhitung dari Selasa (1/4/2025) hingga Jumat (4/4/2025),” ujar Tonny. Ia menambahkan, pada hari Jumat (4/4/2025) saja, jumlah pengunjung Kampung MH Thamrin mencapai 478 orang.
Secara keseluruhan, Perkampungan Budaya Betawi Setu Babakan berhasil menarik lebih dari 5.000 wisatawan. Data menunjukkan lonjakan pengunjung yang signifikan, dimulai dari 1.055 orang pada Selasa (1/4/2025), lalu melonjak menjadi 1.548 orang pada Rabu (2/4/2025). Pada Kamis (3/4/2025), tercatat 1.310 wisatawan, dan pada Jumat (4/4/2025), jumlahnya mencapai 1.144 orang.
“Museum Betawi, yang biasanya menjadi tujuan utama, mengalami penurunan pengunjung menjadi 165 orang, dari 411 orang pada hari sebelumnya. Sementara itu, Portal 13 dan Portal Teladan tetap ramai dikunjungi, dengan masing-masing mencatat 274 dan 218 wisatawan,” jelasnya.
Di sisi lain, Zona Embrio mencatat jumlah kunjungan yang sangat minim, hanya 9 orang. “Hingga Jumat (4/4/2025), belum ada wisatawan mancanegara yang tercatat berkunjung,” tambahnya.
Tonny berharap tren positif ini akan terus berlanjut, seiring dengan upaya pelestarian budaya Betawi yang terus digalakkan. Pihaknya juga meningkatkan koordinasi dengan berbagai pihak terkait untuk memastikan kenyamanan dan keamanan pengunjung selama libur Lebaran 2025.
Sebagai informasi, Setu Babakan merupakan cagar budaya yang terletak di Srengseng Sawah, Jagakarsa, Jakarta Selatan. Sejak tahun 2004, kawasan ini ditetapkan sebagai Pusat Perkampungan Betawi, mengingat masih banyaknya perkampungan Betawi asli di sana. Cagar budaya seluas 175 hektare ini meliputi kebun rakyat, perkampungan Betawi, dan dua danau yang mengapit kawasan tersebut.
Setu Babakan juga sering menjadi lokasi pertunjukan seni budaya Betawi, seperti Tari Cokek, Tari Topeng, Lenong, dan Ondel-ondel, yang diadakan setiap Sabtu dan Minggu. Pengunjung bahkan bisa ikut berinteraksi dalam pertunjukan tersebut.
Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini












