Pesawat Hercules Baru Milik Indonesia Siap Menggebrak!

Pesawat Hercules Baru Milik Indonesia Siap Menggebrak!
Pesawat Hercules Baru Milik Indonesia Siap Menggebrak!

MEMO

Presiden Joko Widodo dan Menteri Pertahanan Prabowo Subianto meresmikan penyerahan pesawat C-130J-30 Super Hercules baru dalam sebuah upacara di Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Momen ini mencatatkan langkah penting dalam penguatan kekuatan pertahanan nasional.

Bacaan Lainnya

Simak detail serah terima pesawat yang dibeli dari Lockheed Martin Amerika Serikat, dilengkapi mesin canggih, dan memiliki kemampuan angkut yang luar biasa.

Presiden Jokowi dan Prabowo Saksikan Serah Terima Pesawat Canggih

Presiden Joko Widodo bersama Menteri Pertahanan Prabowo Subianto menghadiri acara serah terima pesawat C-130J-30 Super Hercules baru di Apron Terminal Selatan Pangkalan TNI AU Halim Perdanakusuma, Jakarta. Prosesi tersebut menjadi momen penting yang diawali dengan peninjauan pesawat baru oleh Jokowi.

Saat pembukaan tirai merah putih yang menyembunyikan logo Skuadron Udara 31, Jokowi kemudian memecah kendi di depan pesawat C-130J-30 dengan nomor ekor A-1344. Dengan tindakan simbolis, ia menyiramkan air kembang ke bagian moncong pesawat sebagai bagian dari upacara tersebut.

Mengikuti itu, Prabowo secara resmi menyerahkan pesawat tersebut kepada Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal Fadjar Prasetyo, dan Jokowi dengan saksama menyaksikan seluruh proses serah terima tersebut.

Dalam komentarnya di Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta, pada hari Rabu (24/1), Jokowi menyatakan, “Saya tadi menyaksikan dan baru saja dilakukan penyerahan pesawat Super Hercules C-130J. Ini adalah pesawat angkut yang telah kita pesan beberapa tahun yang lalu dan memiliki peranan yang sangat penting, baik untuk keperluan perang maupun nonperang.”

C-130J-30 Super Hercules Resmi Beroperasi

Pesawat yang diserahkan merupakan pesawat keempat dari lima unit C-130J-30 Super Hercules yang telah dipesan oleh pemerintah, dan pembelian dilakukan dari perusahaan Amerika Serikat, Lockheed Martin.

Pos terkait