“Bagi kami, hubungan antara Antangin dan Persebaya bukan sekadar menang atau kalah, tapi tentang perjuangan. Hal ini sejalan dengan kampanye kami ‘Pejuang Pantang Tumbang’,” jelasnya.
Yunita menambahkan, hubungan Antangin dan Persebaya sudah terjalin sejak 2017, saat tim masih berlaga di Liga 2 hingga berhasil promosi ke Liga 1. Menurutnya, perjalanan itu menjadi bukti kesetiaan dan dukungan Antangin kepada tim.
“Kalau melihat ke belakang, di tahun emas Persebaya 2017, kami ada ketika mereka menjadi juara Liga 2, lalu naik ke Liga 1, bahkan di musim penuh tantangan sekalipun, Antangin tetap mendampingi. Kami menghargai peran suporter, pemain, dan klub dalam perjalanan ini,” ujarnya.
Musim ini, selain Antangin sebagai mitra resmi, Persebaya juga mendapatkan dukungan dari sejumlah sponsor lain. Manajemen tidak menutup kemungkinan jumlah sponsor akan bertambah seiring perjalanan klub di musim 2025/2026.












