Example floating
Example floating
JatimPeristiwa

Persebaya Mendukung Langkah PSSI dan Polri dalam Mengusut Kasus Mafia Bola

Avatar
×

Persebaya Mendukung Langkah PSSI dan Polri dalam Mengusut Kasus Mafia Bola

Sebarkan artikel ini
Persebaya Mendukung Langkah PSSI dan Polri dalam Mengusut Kasus Mafia Bola

MEMO, Surabaya: Persebaya, salah satu klub sepak bola terkenal di Indonesia, memberikan dukungan penuh terhadap upaya pengungkapan dan penindakan kasus mafia bola yang sedang dilakukan oleh PSSI dan Polri.

Pelatih Persebaya, Aji Santoso, dengan tegas menyatakan setuju dengan penerapan hukuman seumur hidup bagi para pelaku mafia bola.

Baca Juga: Laksanakan Tugas Kemanusiaan, Babinsa Koramil 02 Pesantren / Kodim 0809 Kediri Amankan dan Evakuasi ODGJ di Kelurahan Tempurejo

Dalam upaya menjaga integritas sepak bola Indonesia, Aji berpendapat bahwa sepak bola harus bersih dan tidak dapat ditoleransi adanya manipulasi permainan atau pengaturan skor.

Persebaya dan Aji Santoso: Bersama Menyuarakan Keberpihakan pada Penindakan Mafia Bola

Persebaya mendukung usaha pengungkapan kasus mafia sepak bola yang sedang dilakukan oleh PSSI dan Kepolisian Republik Indonesia (Polri).

Baca Juga: Pasca Insiden Pengendara Sepeda Motor Tertemper KA Brantas di Perlintasan JPL 265 KM 172+762 Petak Jalan Kras–Ngadiluwih,PT KAI Daop 7 Madiun Ingatkan Rambu Tanda Dahulukan Laju KA

Menjaga Integritas Sepak Bola: Pendapat Aji Santoso tentang Hukuman Seumur Hidup bagi Para Pelaku Mafia Bola

Aji Santoso, pelatih Persebaya, menyatakan dukungannya terhadap penerapan hukuman seumur hidup bagi para pelaku mafia bola.

“Aku setuju sepenuhnya, demi kebaikan sepak bola kita.

Baca Juga: Motif Cemburu, Pria di Tulungagung Nekat Bakar Rumah Pacar Hingga Kerugian Ditaksir Rp 300 Juta

Siapa pun yang terlibat dalam manipulasi permainan atau pengaturan skor harus dihukum seumur hidup,” ujar Aji pada Selasa (27/6/2023).

Lebih lanjut, Aji juga menyatakan bahwa jika ada pemain, pelatih, atau pihak lain yang terlibat dalam praktik mafia bola, mereka juga harus dikenai hukuman yang sama.

Hal ini bertujuan untuk menjaga kebaikan sepak bola di tanah air.