Example floating
Example floating
PeristiwaSehat Bugar

Perawatan Pasien Antraks di Rumah Sakit: Panduan dan Pentingnya Antibiotik

Avatar
×

Perawatan Pasien Antraks di Rumah Sakit: Panduan dan Pentingnya Antibiotik

Sebarkan artikel ini
Perawatan Pasien Antraks di Rumah Sakit Panduan dan Pentingnya Antibiotik

Kedua antibiotik ini juga digunakan setelah seseorang terpapar bakteri atau spora antraks, atau yang disebut sebagai profilaksis pasca-paparan (PEP). Antibiotik dapat diberikan selama tujuh hari atau bahkan hingga 60 hari.

Profesor Tjandra, yang juga merupakan Mantan Dirjen Pengendalian Penyakit Kementerian Kesehatan RI, menyebutkan bahwa vaksin antraks untuk manusia tersedia dalam bentuk Anthrax Vaccine Adsorbed (AVA).

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

Vaksin ini dikhususkan untuk masyarakat yang berisiko tinggi terpapar antraks. Vaksin diberikan melalui lima suntikan ke dalam otot (intramuskular) selama 18 bulan, dan juga mendapatkan suntikan penyegar.

Bagi mereka yang diduga sudah terpapar atau dalam keadaan darurat setelah terjadinya kejadian tertentu, vaksin diberikan tiga kali dalam waktu empat minggu, disertai dengan pemberian antibiotik selama 60 hari.

Baca Juga: YAKUZA MANEGES Den Gus Thuba dengan Tokoh Ormas / LSM Besar di Indonesia Gelar Pertemuan Tertutup Tempati Ruang Khusus Kasatreskrim Polrestabes Surabaya

Dalam rangka penanganan penyakit antraks, perawatan pasien di rumah sakit dan pemberian antibiotik memegang peranan penting. Menurut panduan Badan Kesehatan Dunia (WHO), antibiotik efektif dalam membunuh bakteri antraks dan mencegah perkembangannya.

Profesor Tjandra Yoga Aditama juga menjelaskan tentang penggunaan antibiotik dalam perawatan pasca-paparan serta pengobatan pencegahan.

Baca Juga: H+2 Lebaran, Meski Ramai dan Padat Situasi Jalan Doho Termasuk Stasiun KA Kediri Tetap Lancar, Begini Penjelasan Polisi

Selain itu, upaya pencegahan penyakit antraks pada hewan menjadi faktor penting dalam melindungi kesehatan manusia.

Pemutusan rantai penularan juga menjadi kunci dalam pengendalian antraks.

Dengan memahami panduan perawatan dan upaya pencegahan ini, diharapkan dapat mengurangi dampak penyakit antraks pada masyarakat.