Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Home

Penyebab Turunnya Harga Minyak Global di Awal 2024

Alfi Fida
×

Penyebab Turunnya Harga Minyak Global di Awal 2024

Sebarkan artikel ini
Penyebab Turunnya Harga Minyak Global di Awal 2024
Penyebab Turunnya Harga Minyak Global di Awal 2024

MEMO

Perdagangan awal 2024 menandai penurunan harga minyak dunia. Analisis Reuters mengungkap turunnya nilai minyak mentah AS, dipicu oleh ekspektasi investasi terhadap suku bunga dan penguatan dolar. Bagaimana dinamika ini mempengaruhi pasar global minyak?

Baca Juga: Hari Raya Idul Adha, Ketua DPRD Kota Blitar Serukan Semangat Berbagi

Analisis Penurunan Harga Minyak dan Dampaknya pada Pasar Dunia

Di awal tahun 2024, harga minyak mengalami penurunan. Berdasarkan laporan dari Reuters pada hari Rabu (3/1), harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) AS mencatatkan angka US$70,38 per barel, turun sebesar US$1,27 atau sekitar 1,8 persen.

Sementara itu, harga minyak Brent menetap di posisi US$75,89, mengalami penurunan sebesar US$1,15 atau sekitar 1,5 persen dari perdagangan sebelumnya.

Baca Juga: Bukan Cuma Ngaji Kitab Kuning MUI Tekankan Urgensi Digitalisasi Pesantren Dan Teknologi Santri Era Kecerdasan Buatan

Menurut para analis, penurunan harga minyak ini disebabkan oleh menurunnya ekspektasi investor terhadap penurunan suku bunga di tahun 2024. Sebelumnya, penurunan suku bunga diharapkan dapat mengurangi biaya pinjaman bagi konsumen, yang pada gilirannya dapat meningkatkan pertumbuhan ekonomi dan permintaan terhadap minyak.

Faktor lain yang memengaruhi pelemahan harga minyak adalah penguatan mata uang dolar AS pada hari Selasa (2/1) serta penurunan harga saham. Penguatan dolar membuat minyak menjadi lebih mahal bagi investor yang menggunakan mata uang selain dolar AS.

Baca Juga: Sekolah Negeri Dituntut Berinovasi di Tengah Persaingan dengan Lembaga Swasta

Faktor-Faktor yang Mempengaruhi Fluktuasi Harga Minyak Tahun 2024

Sebelumnya, harga minyak mengalami kenaikan sekitar US$2 di sesi perdagangan sebelumnya. Kenaikan ini terjadi setelah serangan terhadap kapal di Laut Merah yang dilakukan oleh pemberontak Houthi serta laporan tentang kedatangan kapal perang dari Iran.

Andrew Lipow, presiden Lipow Oil Associates, menyatakan bahwa pasar sedang melakukan koreksi diri karena tidak ada gangguan pada pasokan dan kemungkinan kecil terlibatnya kapal perang Iran dengan kapal perang Amerika.

“Dengan jelas, jika terjadi tembakan, pasar minyak akan bergerak ke arah kenaikan,” tambah Lipow.

Berdasarkan survei Reuters terhadap para ekonom dan analis, perkiraan harga minyak mentah Brent secara rata-rata untuk tahun ini adalah sekitar US$82,56 per barel. Ini merupakan kenaikan sedikit dari rata-rata tahun 2023 yang sebesar US$82,17.

Namun, pertumbuhan global yang cenderung lemah diprediksi akan membatasi permintaan, meskipun ketegangan geopolitik dapat menjadi faktor pendukung bagi kenaikan harga.

Dinamika Harga Minyak di Awal 2024: Ekspektasi, Geopolitik, dan Dampak Terhadap Pasar Global

Ketika survei Reuters terhadap para ekonom dan analis menunjukkan proyeksi rata-rata harga minyak Brent untuk tahun ini naik menjadi US$82,56 per barel dari sebelumnya US$82,17, pertumbuhan global yang lemah diprediksi akan membatasi permintaan.

Walau begitu, ketegangan geopolitik tetap menjadi faktor kunci yang mungkin mendukung lonjakan harga.