Dengan demikian, penggunaan teknologi AI dalam strategi perang AS telah menjadi topik yang kontroversial. Meskipun Google telah mundur dari kerja sama dengan Pentagon dalam Project Maven, AS tetap menggunakan teknologi AI untuk kepentingan militer di Timur Tengah.
Baca Juga: Apple dan Nvidia Siapkan Investasi Raksasa di OpenAI!
Meski efektif dalam mengidentifikasi target, keterlibatan manusia dalam pengambilan keputusan tetap menjadi hal yang penting. Kritik terhadap penggunaan teknologi ini menyoroti pentingnya memastikan bahwa operasi militer tetap mematuhi norma dan hukum internasional yang berlaku.
Dalam konteks ini, kolaborasi antara teknologi dan kebijakan menjadi kunci dalam mengelola dampak dan implikasi penggunaan teknologi AI dalam strategi perang.
Baca Juga: Telkom Buka IndigoSpace Bali: Pusat Startup Terbaru yang Revolusioner!