“Beras medium yang seharusnya tersedia untuk masyarakat kecil malah langka karena dioplos dan dijual sebagai beras premium. Di sisi lain, konsumen premium tertipu kualitas. Sektor pertanian juga terdampak karena subsidi benih dan pupuk jadi tidak maksimal,” jelasnya.
Ia menegaskan bahwa pemerintah telah menyalurkan berbagai subsidi besar untuk mendukung kesejahteraan petani dan memastikan ketersediaan pangan dengan harga wajar. Namun praktik pengoplosan justru mengganggu rantai manfaat tersebut, sehingga diperlukan tindakan tegas.
“Langkah efektif harus segera diambil untuk menyikapi ini,” pungkas Emil.












