Memo, Surabaya.
BMKG melalui Kepala Stasiun Geofisika Malang, Daryono, menjelaskan bahwa gempa tersebut merupakan jenis gempa dangkal akibat aktivitas subduksi Lempeng Indo-Australia yang ekstrim ke bawah Lempeng Eurasia. Hingga saat ini belum ada laporan kerusakan serius maupun korban jiwa dalam gempa bumi tersebut.
Gempa bumi tektonik mengguncang tiga wilayah di Jawa Timur pada Jumat malam 18 Juli 2025, menyebabkan kepanikan di sejumlah daerah. Berdasarkan data dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), gempa terjadi pada pukul 22.48 WIB dengan magnitudo 5,2 dan berpusat di perairan selatan Jawa, tepatnya di 103 km barat daya Pacitan, pada kedalaman 45 km.












