Example floating
Example floating
NGANJUK

Pembangunan Gapura Swadaya Di Tirtobinangun Cermin Pengabdian Tanpa Syarat

Mulyadi Memo
×

Pembangunan Gapura Swadaya Di Tirtobinangun Cermin Pengabdian Tanpa Syarat

Sebarkan artikel ini

Kedengarannya aneh, tapi itu real adanya. Dijelaskan Mbah Kamto , gapura bermotif gaya mojopahitan bertuliskan ” Masuk Bumi Tirtobinangun” tersebut dibangun sejak satu tahun lalu itu menelan anggaran tidak sedikit.

Ditanya wartawan kenapa harus dibiayai sendiri ?. Menurut pengakuan politikus Partai Gerindra ini bahwa itu wujud pengabdiannya kepada desa dan masyarakat.

Baca Juga: Team Baksos AWN Jadi Burbershop Dadakan, Tiga ODGJ Jalanan Dicukur Rapi

” Pembangunan gapura perbatasan antar desa selain penting untuk mengetahui titik batas wilayah desa juga bagian dari potret kewibawaan pemerintahan desa itu sendiri,” ujarnya.

Baca Juga: Kesandung Perkara Korupsi APBDES, Kades Dadapan Dituntut 1 Tahun 10 Bulan Penjara

Dari hasil pantauan wartawan memo.co.id, gapura swadaya itu terkesan eksotis. Karena di dua sisi gapura di lengkapi ornamen klasik seperti patung dua petani, tokoh wayang semar dan gentong berukuran besar bertuliskan huruf honocoroko.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Protes Jalan Rusak Jadi Trend Publik , Dinas PUPR Kewalahan Terima Laporan

” Patung dua petani melambangkan bahwa desa tirtobinangun adalah sentra tanaman padi. Sedangkan lambang Semar simbol pemimpin desa yang amanah. Sementara gentong besar wadah air adalah lambang sumber kehidupan,” papar Mbah Kamto yang sudah mengabdikan dirinya sebagai wakil rakyat sudah tiga periode itu.

Untuk diketahui, selain gapura perbatasan antar desa di Desa Tirtobinangun, Patianrowo masih banyak ditemukan puluhan gapura perbatasan antar desa dan kecamatan di 20 kecamatan di Kabupaten Nganjuk. Meskipun ada yang sudah waktunya untuk dilakukan perbaikan ( rehab ) karena termakan usia, namun hal patut mendapat apresiasi karena sadar wilayah. ( Adi)