Example floating
Example floating
NGANJUK

Pembangunan Gapura Swadaya Di Tirtobinangun Cermin Pengabdian Tanpa Syarat

Mulyadi Memo
×

Pembangunan Gapura Swadaya Di Tirtobinangun Cermin Pengabdian Tanpa Syarat

Sebarkan artikel ini

NGANJUK, MEMO – Setelah munculnya pemberitaan tentang belum dibangunnya gapura perbatasan antar kabupaten ( Nganjuk – Kediri ) yang ada di Desa Gondanglegi, Prambon tampaknya jadi tranding topik di jejaring medsos.

Beragam tanggapan dan sindiran dari warga netizen mulai ramai bermunculan di Instagram, Facebook, Twitter dan di grup grup WhatsApp.

Baca Juga: Team Baksos AWN Jadi Burbershop Dadakan, Tiga ODGJ Jalanan Dicukur Rapi

Salah satu kalimat sindiran yang sedikit nylekit adalah di tingkat dusun dan desa saja mampu membangun gapura perbatasan, kenapa daerah tidak mampu. Apa APBD memang defisit tidak mampu bangun gapura ?.

Baca Juga: Kesandung Perkara Korupsi APBDES, Kades Dadapan Dituntut 1 Tahun 10 Bulan Penjara

” Sindiran itu tidak salah memang benar. Setiap memasuki wilayah perbatasan antar kecamatan dan desa di Kabupaten Nganjuk banyak ditandai dengan gapura selamat jalan dan semat datang,” terang Mbah Kamto salah satu anggota Komisi 1 DPRD Nganjuk.

Baca Juga: Jelang Lebaran, Protes Jalan Rusak Jadi Trend Publik , Dinas PUPR Kewalahan Terima Laporan

Uniknya lagi masih dikatakan Mbah Kamto , tidak seluruh gapura perbatasan antar desa dan kecamatan tersebut dibangun menggunakan uang negara. Ada yang dibangun dengan menggunakan dana swadaya.

Seperti gapura perbatasan antar desa di Desa Tirtobinangun Kecamatan Patianrowo dengan Desa Begendeng Kecamatan Jatikalen ternyata tidak menyerap uang negara ( Dana Desa). Tapi dibiayai menggunakan uang pribadi.