Example floating
Example floating
Home

Pemasangan 20 Ribu Pompa Air untuk Menghindari Krisis Pangan

Alfi Fida
×

Pemasangan 20 Ribu Pompa Air untuk Menghindari Krisis Pangan

Sebarkan artikel ini
Pemasangan 20 Ribu Pompa Air untuk Menghindari Krisis Pangan
Pemasangan 20 Ribu Pompa Air untuk Menghindari Krisis Pangan

Oleh karena itu, Jokowi menekankan pentingnya tidak meremehkan dampak gelombang panas karena dapat berujung pada peningkatan inflasi. Ia memberikan instruksi kepada Kementerian Pertanian dan Kementerian Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR) untuk memasang sekitar 20 ribu pompa air dalam tiga bulan ke depan di daerah-daerah sentra produksi pangan, terutama beras. Pompa-pompa ini akan digunakan untuk mengalirkan air dari sungai ke sawah-sawah.

“Saya akan cek langsung di lapangan untuk memastikan bahwa saat musim kering yang dipicu oleh El Nino, yang mungkin dimulai pada Juli dan berlanjut hingga Agustus, September, dan Oktober, kita siap. Dengan begitu, produksi pangan tidak akan menurun,” tambahnya.

Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan

Jokowi juga menyatakan bahwa aliran air dari sungai ke sawah harus dijaga agar produksi dapat meningkat dari satu kali panen menjadi tiga kali panen dalam setahun. Jika stok pangan tersedia, harga dapat dikendalikan dan inflasi tidak akan naik.

“Intinya adalah kita tidak boleh main-main dengan masalah kekeringan dan gelombang panas. Jika stok pangan berkurang dan produksi menurun, harga pasti akan naik. Ini adalah hukum pasar yang tidak bisa dihindari dan ini menyangkut kehidupan manusia,” tegasnya.

Baca Juga: Kabar Gembira Mei 2026: Intip Rincian Gaji dan Tunjangan Pensiunan PNS Golongan IIIb

Antisipasi Krisis Pangan 2050: Langkah Jokowi dan Ancaman Gelombang Panas

Dalam upaya mencegah krisis yang memburuk di masa depan, Jokowi menekankan pentingnya tindakan proaktif terhadap gelombang panas dan kekeringan. Dengan memasang 20 ribu pompa air di daerah sentra produksi pangan, terutama untuk mengairi sawah-sawah beras, pemerintah berharap dapat meningkatkan produksi pangan menjadi tiga kali panen dalam setahun. Langkah ini diharapkan dapat menjaga stabilitas harga pangan dan mengontrol inflasi, yang bisa mempengaruhi kehidupan masyarakat luas.