MEMO – Usai pertandingan sengit di Stadion Utama Gelora Bung Karno (SUGBK), Jakarta, pada Selasa malam (26/3/2025), pelatih tim nasional Bahrain, Dragan Talajic, melontarkan pernyataan kontroversial. Ia merasa bahwa hasil akhir pertandingan melawan Indonesia yang berkesudahan 1-0 untuk kemenangan tuan rumah, seharusnya berakhir imbang.
Dominasi Indonesia memang terlihat sejak awal babak pertama, yang berbuah gol dari Ole Romeny di menit ke-24. Meskipun Bahrain sempat memberikan perlawanan dan menciptakan peluang, Dewi Fortuna belum berpihak pada mereka.
Baca Juga: Hitung-hitungan Peluang Indonesia Lolos Piala Dunia! Keajaiban Masih Mungkin Terjadi
“Saya pikir di babak pertama, Indonesia bermain sedikit lebih unggul dari kami. Namun, di babak kedua, situasinya berbalik, kami sedikit lebih baik. Jadi, menurut pendapat saya, hasil imbang akan menjadi hasil yang paling adil,” ungkap Talajic kepada awak media di mixed zone SUGBK.
Talajic menyoroti gol Romeny, menyebutnya sebagai buah dari kesalahan umpan pemainnya, Mohamed Marhoon. Bola yang berhasil dikuasai Thom Haye di lini tengah, kemudian diteruskan kepada Marselino Ferdinan yang bergerak tanpa kawalan, dan akhirnya memberikan umpan matang kepada Ole yang berhasil mengkonversinya menjadi gol.
Baca Juga: Jadwal Kick-off Timnas Indonesia vs Tiongkok Malam Buta! Bentrok Malam Takbiran
“Kita tidak bisa hanya mengatakan itu keberuntungan, tetapi memang dalam sepak bola, keberuntungan juga menjadi faktor. Namun, pada akhirnya, Anda akan mendapatkan apa yang memang layak Anda dapatkan,” imbuhnya.
Kekecewaan jelas terpancar dari wajah Talajic. Ia merasa bahwa timnya tidak pantas untuk kalah dalam pertandingan tersebut, dan hasil imbang akan lebih mencerminkan jalannya laga.
Baca Juga: Kunci Kokohnya Pertahanan Timnas Indonesia yang Bikin Bangga
“Kami meminta maaf kepada seluruh suporter Bahrain atas hasil ini. Seharusnya, setidaknya kami bisa meraih hasil imbang, tetapi satu kesalahan kecil membuat kami kehilangan segalanya,” sesalnya.
Lebih lanjut, pelatih berusia 51 tahun ini memberikan pujian terhadap atmosfer luar biasa di Stadion GBK. Meskipun demikian, ia menegaskan bahwa gemuruh dukungan suporter Garuda tidak membuat mental para pemain Bahrain menjadi ciut.
“Tidak, itu bukan karena suporter. Suasananya memang bagus, semuanya baik-baik saja. Kami sudah sering bermain di stadion yang penuh, dan saya akui, atmosfer di sini memang luar biasa,” tegas Talajic.
Dengan kekalahan ini, satu-satunya harapan Bahrain untuk melaju ke babak selanjutnya adalah melalui ronde keempat. Mereka harus mampu mengamankan posisi ketiga atau keempat di klasemen akhir Grup C ronde ketiga.












