Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Infobis

Pedagang Keluhkan Minyak Goreng yang Masih Langka dan Mahal

A. Daroini
×

Pedagang Keluhkan Minyak Goreng yang Masih Langka dan Mahal

Sebarkan artikel ini
Pedagang Keluhkan Minyak Goreng yang Masih Langka dan Mahal

Minyak goreng di Kabupaten Natuna langka sejak sepekan lalu. Kelangkaan terjadi bukan hanya minyak goreng bersubsidi, namun juga minyak goreng satu harga. Akibatnya, harga minyak goreng untuk kemasan 0.9 liter dan 1 liter mencapai Rp27 ribu.

Para pedagang mengeluhkan sulitnya mendapatkan minyak goreng. “Harga yang 2 liter mencapai Rp48 ribu,” ujar salah seorang pedagang, Bahniah, Senin (14/03/2022).

Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026

Bahniah menuturkan, kelangkaan dan mahalnya harga minyak goreng sering dikeluhkan oleh para ibu rumah tangga. Bahkan seorang pedagang keripik pisang di Ranai menutup usahanya karena selain harganya yang tinggi, minyak goreng sulit didapat.

“Sudah mahal, langka pula. Itu yang jualan keripik di simpang, tutup dulu jualan. Gas mahal , minyak tanah cuma dapat dua liter seminggu, minyak mahal juga. Apa lagi yang mau didapat,” katanya.

Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat

Sementara anggota Komisi II DPRD Natuna, Eryandy mendesak Pemkab Natuna mengatasi permasalahan ini. Polisiti Partai Perindo di Natuna ini meminta Dinas Perindustrian, Pedagangan, dan Koperasi Usaha Mikro (Disperindagkopum) untuk menghubungi distributor yang ada di Tanjungpinang, Batam, atau Pontianak agar segera menyalurkan kebutuhan pokok masyarakat.

Dia tidak ingin masyarakat di Natuna menjadi susah akibat kelangkaan minyak goreng dan mahalnya harga gas elpiji di Natuna. “Saya mohon dan minta untuk bertindak cepat. Hubungi distributor di sana atau koordinasi dengan pihak kapal yang mengangkut bahan sembako masyarakat kita,” kata Eryandy.

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April

Kepala Disperindagkopum Natuna, Marwan Syah Putra mengatakan, kelangkaan terjadi karenak kapal barang yang biasa membawa kebutuhan sembako masyarakat Natuna, masih belum tiba di Ranai. Seluruh kebutuhan bahan pokok berasal dari distributor yang berada di Tanjungpinang, Batam, dan Pontianak.

“Kapal-kapal barang itu baru sekitar seminggu lewat dari Natuna. Nah saat ini posisi masih berada dalam perjalanan dari Tanjungpinang. Kalau kapal sudah masuk, Insha Allah stok minyak goreng ada lagi,” jelas Marwan.