Example floating
Example floating
Tekno Digi

Paus Biru di Atlantik Kembali Muncul dalam Kajian Genetika Terbaru

Alfi Fida
×

Paus Biru di Atlantik Kembali Muncul dalam Kajian Genetika Terbaru

Sebarkan artikel ini
Paus Biru di Atlantik Kembali Muncul dalam Kajian Genetika Terbaru
Paus Biru di Atlantik Kembali Muncul dalam Kajian Genetika Terbaru

MEMO

Penelitian terbaru mengungkapkan bahwa paus biru di Atlantik telah melakukan perkawinan dengan spesies lain, yaitu paus sirip, menyoroti pentingnya pemahaman tentang kawin silang antarspesies dalam upaya pelestarian.

Baca Juga: Konsisten Dukung TNI/ Polri KAI Daop 7 Madiun Berikan Diskon Tarif Mudik

Temuan ini memperlihatkan bahwa kawin silang telah terjadi jauh lebih lama dari yang diperkirakan sebelumnya, memperumit pemulihan populasi paus biru yang terancam punah.

Paus Biru Terancam Punah, Rahasia Perkawinan dengan Paus Sirip Terungkap!

Penelitian tentang DNA paus biru di Atlantik telah mengungkapkan bahwa spesies ini pernah melakukan perkawinan dengan paus sirip, menunjukkan adanya kawin silang antara kedua spesies tersebut yang terjadi lebih lama dari perkiraan sebelumnya.

Baca Juga: H+2 Lebaran 1447H/ 2026 M, Volume Penumpang di Wilayah Daop 7 Madiun Pecah Rekor Capai Puluhan Ribu

Penelitian ini dilakukan untuk lebih memahami paus biru yang jumlahnya telah menurun drastis pada awal abad ke-20 akibat perburuan yang intensif. Akibatnya, paus biru termasuk dalam daftar spesies terancam punah oleh IUCN.

Para peneliti melakukan analisis genom Balaenoptera Musculus Musculus, subspesies paus biru yang banyak ditemukan di Atlantik Utara dan Pasifik Utara, untuk mencari tanda-tanda perkawinan sedarah yang dapat menghambat pemulihan populasi ini.

Baca Juga: TMMD ke-127 Tak Hanya Bangun Infrastruktur, Pemkab Kediri Juga Bekali Warga Olahan Ikan Lele

Hasil penelitian menunjukkan bahwa setiap sampel paus biru memiliki DNA paus sirip, dengan rata-rata 3,5 persen dari DNA paus biru berasal dari paus sirip. Untuk mendukung penelitian, para peneliti menciptakan genom ‘de novo’ pertama untuk mempelajari populasi ini, sebuah genom baru yang belum memiliki referensi sebelumnya.

Mereka menggunakan cetak biru untuk menyatukan potongan-potongan DNA individu yang berbeda pada populasi paus biru.

Menghadapi Tantangan Hibridisasi untuk Kelangsungan Hidup

Menurut Mark Engstrom, seorang ahli genetika ekologi di University of Toronto yang merupakan salah satu penulis studi tersebut, proses ini mirip dengan menyusun puzzle besar tanpa gambar panduan di kotaknya.

Hibrida dari paus biru dan paus sirip kadang-kadang disebut sebagai ‘flue whale’, yang memiliki ciri fisik seperti paus sirip namun dengan warna dan struktur rahang yang mirip paus biru.