Warga banyak mengeluhkan gangguan pernafasan, gatal, sakit kepala, dan darah tinggi, lanjut dia.
Layanan di posko kesehatan disesuaikan dengan puskesmas. Awalnya warga didata dulu keluhan yang dialami, kemudian diperiksa tekanan darah dan dianalisis oleh tim dokter. Setelah itu, tim dokter memberikan resep obat yang nantinya warga bisa mengambil di meja farmasi.
Ada sekitar 100 lebih warga yang berobat hingga berita Antara diturunkan, salah satu warga dirujuk ke rumah sakit karena menderit tekanan darah tinggi.
Terdapat 627 warga yang mengungsi dari lima RT dalam satu RW di posko pengungsian Kampung Panyaweuyan, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet.
AKBP Wahyu Komandan Resimen IV Pasukan Korps Brimob Polri mengatakan, warga yang mengungsi di posko karena tempat tinggal mereka rusak, baik ringan, sedang, maupun berat.
“Warga sudah mengungsi sejak Senin malam (21/11/2022). Siang hari, mereka kembali ke rumah membersihkan puing-puing; malamnya, tidur di tenda karena masih ada gempa susulan,” ujar Wahyu.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum












