Jeffry mengungkapkan bahwa pelanggar lalu lintas berasal dari beragam latar belakang. Mereka terdiri dari karyawan swasta, pelajar, hingga pegawai negeri sipil (ASN). Selama operasi berlangsung, terjadi sebanyak 68 kecelakaan lalu lintas.
“Dari kecelakaan tersebut, untungnya tidak ada korban jiwa, hanya 83 orang mengalami luka ringan. Namun, kerugian materi mencapai Rp 21.218.000,” kata Jeffry.
Oleh karena itu, meskipun Operasi Patuh Progo 2023 telah berakhir, Polres Bantul akan terus meningkatkan patroli untuk menegakkan aturan keselamatan dan ketertiban berlalu lintas.
“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk selalu mematuhi aturan lalu lintas. Patuhi rambu-rambu, gunakan helm, dan jangan menggunakan knalpot yang tidak sesuai standar (brong). Ingatlah bahwa kecelakaan seringkali berawal dari pelanggaran lalu lintas,” tegasnya. (r-dev).