Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
BLITAR

MWC NU Sutojayan Dibekukan, Para Kiai Justru Tetap Bergerak Merawat Umat

Prawoto Sadewo
×

MWC NU Sutojayan Dibekukan, Para Kiai Justru Tetap Bergerak Merawat Umat

Sebarkan artikel ini
Pengurus MWC Sutojayan memberikan potongan tumpeng kepada Kyai Arief Fuadi

Blitar, memo.co.id
Meskipun kepengurusan Majelis Wakil Cabang (MWC) Nahdlatul Ulama (NU) Kecamatan Sutojayan dinyatakan dibekukan oleh Pengurus Cabang (PC) NU Kabupaten Blitar, roda organisasi di tingkat MWC tetap berjalan sebagaimana mestinya. Surat pembekuan bernomor 167-PC.01/A.I.01.49/1617/01/2026 itu dinilai tidak memberi dampak terhadap aktivitas keorganisasian maupun khidmah para kiai dan jamaah NU di Sutojayan.

Sikap tegas tersebut disampaikan langsung Ketua MWC NU Sutojayan, Kiai Sonhaji, di sela peringatan Satu Abad NU yang digelar di Masjid NU Sutojayan, Kecamatan Sutojayan, Sabtu malam (31/1/2026).

Baca Juga: Optimalkan Pelaporan Digital, migrasi Blitar Intensifkan Pengawasan Orang Asing

“Tradisi di NU itu menghormati para kiai pendahulu, tawaduk kepada seluruh kiai. Soal beda pandangan dan beda pendapat itu rahmat. Surat pembekuan itu sama sekali tidak berpengaruh. Para kiai, pengurus, dan seluruh jamaah—baik Muslimat, Fatayat, maupun Banom—semua lahir dari rahim NU,” tegas Kiai Sonhaji.

Ia mempertanyakan substansi pembekuan kepengurusan jika justru berpotensi menghambat pelayanan umat.
“Kalau MWC dibekukan, lalu siapa yang merawat umat?” ujarnya lugas.

Baca Juga: Tak Sesuai Anggapan Publik, Harga Telur di Blitar Malah Lebih Tinggi dari Sejumlah Daerah

Kiai Sonhaji menuturkan, akar persoalan bermula dari hasil Musyawarah Cabang NU tahun 2023 yang secara prosedural dan sesuai AD/ART telah memenangkan Kiai Arief Fuadi. Namun hingga kini, yang bersangkutan tidak kunjung dilantik. Kondisi itu memicu perbedaan pandangan antara MWC NU Sutojayan dengan PC NU Kabupaten Blitar.

“Seluruh pengurus ranting se-Kecamatan Sutojayan sudah sepakat membuat surat bermaterai. Kalau MWC dibekukan, kami semua ikut bubar. Demi keberlangsungan organisasi, kegiatan tetap kami jalankan seperti biasa, tanpa terpengaruh surat pembekuan,” imbuhnya.

Baca Juga: DPRD Kabupaten Blitar Lepas Kirab Brokohan Pancasila, Supriadi: Pancasila Harus Hidup dalam Tindakan

Ratusan jamaah memadati halaman masjid NU Sutojayan

Solidaritas antar-MWC pun menguat. Ketua MWC NU Srengat, Kiai Hanafi, hadir langsung dalam acara selamatan dan istighotsah tersebut. Ia mengaku kehadirannya sebagai bentuk empati dan keprihatinan.