Example floating
Example floating
BLITAR

“Mobil AG 2 Siaga Bumil” Blitar Diluncurkan: Gratis, 24 Jam, dan Siap Jemput Ibu Hamil!

Prawoto Sadewo
×

“Mobil AG 2 Siaga Bumil” Blitar Diluncurkan: Gratis, 24 Jam, dan Siap Jemput Ibu Hamil!

Sebarkan artikel ini

Blitar, memo.co.id
Sebuah terobosan unik datang dari Wakil Wali Kota Blitar, Elim Tyu Samba. Melalui program bertajuk “Mbak Waw Peduli Bumil”, ia resmi meluncurkan “Mobil AG 2 Siaga Bumil”, layanan transportasi gratis 24 jam bagi ibu hamil di Kota Blitar.

Layanan ini bisa diakses gratis oleh warga pemilik KTP Kota Blitar dengan menghubungi call center 085606650786. Armada tersebut siap siaga membantu ibu hamil untuk pemeriksaan kehamilan, USG, hingga persalinan mendadak.

Baca Juga: Deteksi Dini Penyakit Penting, Nurhadi Ajak Masyarakat Blitar Rutin Skrining Kesehatan

Program diluncurkan Jumat (31/10/2025) di Rumah Dinas Wakil Wali Kota Blitar. Dalam sambutannya, Elim mengatakan ide ini lahir dari keinginannya agar jabatan dan fasilitas negara bisa benar-benar memberi manfaat langsung bagi perempuan dan masyarakat kecil.

“Mobil dinas Wakil Wali Kota yang dibeli lewat APBD kini saya persembahkan untuk masyarakat, khususnya ibu hamil,” ujarnya.

Baca Juga: Berbagi di Bulan Ramadan, Polsek Sananwetan Bagikan Takjil untuk Pengendara

Menanggapi isu seputar anggaran mobil dinas pejabat yang disebut mencapai miliaran rupiah, Elim menjelaskan bahwa mobil dinas tersebut memang dibeli melalui APBD, namun kini dikembalikan untuk kepentingan publik.

“Ada yang bilang anggarannya sampai Rp3 miliar. Mobilnya Pajero, silakan cek sendiri harganya di Google. Karena sudah dibelikan, saya kembalikan untuk masyarakat,” tegasnya.

Baca Juga: BGN Turun Tangan, Puluhan SPPG di Blitar Raya Ditutup Karena Tak Penuhi Standar

Ia juga mengajak kader Posyandu ikut menyosialisasikan program ini agar menjangkau seluruh ibu hamil di Kota Blitar. Ke depan, Elim berkomitmen untuk memastikan setiap rupiah dari APBD benar-benar menyentuh kesejahteraan masyarakat.

“Saya akan mengawasi agar anggaran daerah tidak sekadar habis di atas kertas, tapi dirasakan langsung oleh warga,” pungkasnya. (*)