NGANJUK, MEMO –
Ada insiden mengharukan terjadi di Kabupaten Nganjuk.Tepatnya pada Rabu malam ( 11/02/2026) sekitar pukul 18.00 WIB tersiar kabar ada seorang wanita hamil diketahui bernama , LS , 32, warga Desa Kedungpadang Kecamatan Rejoso melahirkan dua bayi kembar laki laki di bak mobil pickup.
Lahirnya dua bayi kembar prematur dengan berat badan masing masing hanya 3 ons tersebut seperti disampaikan salah satu anggota keluarga saat perjalanan menuju RSD Kertosono.
Baca Juga: PC Muhammadiyah Kertosono Besok Tunaikan Sholat Ied Di Lima Titik
” Berangkat dari Bulurejo sekitar menjelang magrib. Tapi tiba tiba di tengah perjalanan sebelum sampai rumah sakit bayi keburu lahir. Usia kehamilan perkiraan baru enam bulan,” ucap salah satu keluarga LS saat ditemui di teras IGD RSD Kertosono pada Rabu malam ( 11/02/2026).
Diceritakan juga oleh nara sumber bahwa saat dua bayi lahir di bak bagian belakang pickup tidak seketika keduanya nangis hanya diam dan tak bergerak.
Baca Juga: Ponpes Al Ubaidah Jadi Tuan Rumah Penutupan Safari Ramadan 1447 H/2026 M Pemkab Nganjuk
Setibanya di IGD RSD Kertosono sekitar pukul 18.30 WIB kedua bayi kembar bersama ibunya langsung mendapat pertolongan dan penanganan medis cepat dari petugas.
Namun takdir berkata lain. Kedua bayi kembar anak dari pasangan suami istri LS dan AND tersebut hanya bertahan hidup satu jam. Tepatnya pukul 19.58 WIB dari petugas IGD menyatakan kkedua bayi tidak bisa diselamatkan
Sementara LS ibu dari dua bayi sampai berita ini ditulis masih menjalani perawatan intensif di ruang Delima. Kondisinya selamat dan sehat.
” Sampai hari ini ibu dari dua bayi prematur tersebut kondisinya baik baik saja dan masih menjalani perawatan intensif di ruang Delima ,” terang aktifis kesehatan, Tanti Niswatin.
Disampaikan juga oleh Tanti Niswatin bahwa sstatus ekonomi pasien tergolong miskin Belum memiliki rumah. Hidupnya pindah pindah. Pekerjaan suaminya seorang buruh kasar.
” Bersyukurnya LS sudah memiliki KIS meskipun sudah off. Akhirnya saya bantu bisa mengaktifkan kembali . Ini sangat membantu meringankan biaya perawatan,” pungkas Tanti Niswatin. ( Adi)












