Perjalanan dari Semarang ke Yogyakarta dengan kendaraan saat ini dapat ditempuh melalui Jalan Tol Semarang – Solo, kemudian dilanjutkan menuju Yogyakarta melalui jalan nasional. Ke depan, rencananya akan dibangun jalan tol langsung yang menghubungkan Semarang dan Yogyakarta melalui Magelang, yaitu Jalan Tol Yogyakarta – Bawen.
Baca Juga: PSHWTM Ranting Rungkut Surabaya Bagikan 1.903 Takjil, Usung Tema "Silat Menyehatkan Raga, Berbagi Menguatkan Jiwa"
Menteri Pekerjaan Umum dan Perumahan Rakyat (PUPR), Basuki Hadimuljono, mengajak kontraktor dan konsultan pengawas untuk lebih bersemangat dalam menyelesaikan pekerjaan pembebasan lahan Tol Yogyakarta-Bawen.
Menurut Basuki, “Jalan Tol Yogyakarta – Solo akan terhubung dengan Jalan Tol Yogyakarta – Bawen dan Jalan Tol Semarang – Solo, sehingga membentuk segitiga emas pertumbuhan ekonomi di Kawasan Jogja, Solo, dan Semarang (Joglosemar).”
Baca Juga: Misteri Pagar Laut Tangerang: Apdesi Diduga Terlibat, Konflik dan Tuduhan Semakin Memanas
Pembangunan Jalan Tol Yogyakarta – Bawen, dengan panjang total 76,30 km, terdiri dari 6 seksi. Seksi 1, Sleman – Banyurejo sepanjang 8,25 km, telah mencapai progres lahan 81% dan konstruksi 72%. Pembangunan ruas Sleman – Banyurejo dimulai pada awal 2022 dan diharapkan selesai pada Kuartal I tahun 2025.
Menteri Basuki berharap kepada Badan Usaha Jalan Tol untuk merumuskan strategi percepatan, sehingga konstruksi Tol Yogyakarta – Bawen, terutama Seksi 1 Sleman – Banyurejo, dapat selesai tepat waktu. “Saya ingin progres fisiknya mencapai 85% pada tahun ini, dan ruas Banyurejo selesai pada awal tahun 2025,” ungkapnya.
Seksi-Seksi Penting dan Progres Tol Yogyakarta-Bawen
Selanjutnya, Seksi 2 Banyurejo-Borobudur sepanjang 15,26 km telah mencapai progres lahan sebesar 84,44%, Seksi 3 Borobudur-Magelang sepanjang 8,08 km dengan progres lahan 27,84%, Seksi 4 Magelang-Temanggung (16,26 km) dengan lahan 1,3%, dan Seksi 5 Temanggung – Ambarawa (22,56 km) dengan pekerjaan lahan 0,9%.