Example floating
Example floating
Infobis

Menghadapi 2030 Butuh ‘Perkawinan’ antara Manusia dan Mesin

A. Daroini
×

Menghadapi 2030 Butuh ‘Perkawinan’ antara Manusia dan Mesin

Sebarkan artikel ini

“Caranya survive yaapa? Pakai human sama mesin dicampur, nggak boleh alergi sama mesin,” ujarnya.

Hermawan membagikan dua kelompok yang dapat mewujudkan perkawinan antara manusia dan mesin yaitu Creativity-Innovation dan Entrepreneurship-Leadership dengan Productivity-Improvement dan Profesionalism-Management. 

Baca Juga: Pemerintah Salurkan Enam Program Bansos Serentak Mulai April 2026

Jacky Mussry CEO MarkPlus, Inc dalam forum yang sama menjelaskan, ada tiga hal yang membuat sifat entrepeneurship manusia semakin kuat.

“Pertama risk taker, yang menarik dia bukan hanya risk taker tapi calculated risk. Kalau risk tidak di-calculated kita tidak jadi entrepeneur tapi jadi spekulan. Kedua sebagai opportunity seeker dan ketiga network collaborater,” jelas Jacky.

Baca Juga: Strategi Efisiensi Energi Pemerintah Lewat Kebijakan WFH ASN Setiap Hari Jumat

“Tidak ada satupun perusahaan di dunia yang bisa survive di 2030 kalau tidak collaborate,” pungkasnya

 

Baca Juga: Cara Cek Penerima Bansos PKH dan BPNT 2026 Terbaru Jelang Pencairan Tahap II April