NGANJUK, MEMO –Satu dari sekian banyak kaum sandal jepit ( wong mlarat,red) di Indonesia yang terpasung haknya tidak menerima bantuan sosial ( Bansos) apapun dari pemerintah ternyata juga ditemukan di Kabupaten Nganjuk. Tepatnya di Dusun Sumberjo Desa Ngringin Kecamatan Lengkong.
Namanya Mbah Kasiyo. Di usianya yang sudah kelewat senja ini yaitu sekitar 70 tahun mengaku belum pernah menerima bantuan dari pemerintah seperti para tetangganya.
Baca Juga: Jelang Lebaran, 86 Lansia Miskin Di Kampungbaru Terima Bansos SARMUKO Dari TP - PKK Kabupaten
Baik bantuan uang seperti BLT DD atau BLT Kesra atau bantuan pangan non tunai ( BPNT). Dan satu lagi Kartu Indonesia Sehat ( KIS) juga tidak pernah tahu bentuknya KIS seperti apa.

Baca Juga: Pengaburan Status Jalan Umum Di Desa Betet Akhirnya Terkuak, Begini Reaksi Warga......
Ditanya wartawan menawi sakit dos pundi Mbah ?. Disampaikan kakek renta yang masih berjuang keras bergelut dengan waktu untuk sekedar mencari nafkah dengan cara jualan bakso pikulan tersebut menjawab singkat ” nyuwun kalih Gusti mugi ditebihaken saking sakit”.
Dibalik ucapanya seperti itu tertangkap makna sindiran bercampur kekecewaan yang mendalam. ” Malah tiyang tiyang sugih mblegedu sami angsal bantuan”.
Baca Juga: Safari Kemanusiaan AWN Belum Berakhir, Hari Ini Bagikan Santunan Untuk 20 Yatim Piatu Di Brebek
Untuk bisa bertahan hidup, meski tubuhnya sudah semakin melemah dan ringkih, namun Mbah Kasiyo berusaha melawan kondisi fisiknya seperti saat ini. Itu hanya demi untuk bisa bertahan hidup.

Saat di tanya wartawan memo.co.id soal bansos dengan suara lirih menjawab dengan logat Jawa medok ” mboten nate angsal bantuan nopo nopo”.
Itu diungkapkan jujur dan terbuka di tempatnya jualan bakso tepatnya di poskampling Dusun Ngepung Desa Sendang Gogor Lengkong pada Rabu siang ( 4/02/2026) sekitar pukul 12.00 WIB.
Sambil menunggu datangnya pembeli, Mbah Kasiyo sempat menceritakan sekelumit perjalanan hidupnya sampai dipuncak usianya sekarang yaitu sudah 70 tahun. Sebelum jualan bakso dari tahun 90 an pernah jadi seniman ludruk sebagai pelawak.

” Putro kulo enem putu sekawan. Sedoyo pun Imah imah. Sakmeniko kulo derek yogo kulo ten Ngepung Sendang Gogor, sampun kalih tahunan. Sak derenge manggen Ten Sumberjo Ngringin. Mergi istri Kulo pun kapundut akhire Kulo hijsrah,” ucap Mbah Kasiyo dengan sorot mata berkaca kaca.
Sementara itu dikatakan Kepala Desa Ngringin, Ika Agustina saat di klarifikasi lewat pesan singkat di nomor WhatsApp perihal Mbah Kasiyo
memang masih warga Ngringin.
” Untuk kepastian data Mbah Kasiyo terima bantuan atau tidak coba saya cari tahu dulu ke pamong ,” pesan singkat Ika Agustina lewat WhatsApp.
Diakui Ika Agustina memang status Mbah Kasiyo adalah sebatangkara semenjak ditinggal istrinya meninggal dunia.

” Karena tidak ada yang merawat , sekarang hidup bersama anaknya di Sendang Gogor sudah hampir tiga tahun,” papar Ika Agustina.
Diinformasikan juga bahwa Pemerintah terus memperluas jangkauan layanan kesehatan bagi masyarakat yang kurang beruntung melalui program Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JKN).
Dengan adanya inisiatif ini, peserta BPJS Kesehatan yang berasal dari golongan miskin dan tidak berdaya tidak perlu membayar iuran karena seluruh biaya akan ditanggung oleh pemerintah. ( Adi )












