Selain berdampak pada kesejahteraan pengemudi becak, keberadaan armada becak listrik juga diharapkan dapat mendukung sektor pariwisata di Kota Blitar.
Sementara itu, Direktur Perencanaan Yayasan Gerakan Solidaritas Nasional, Mayjen TNI (Purn.) Firman Dahlan menjelaskan bahwa program ini merupakan bagian dari gerakan besar pemberdayaan ekonomi rakyat yang tengah dijalankan secara nasional.
Baca Juga: Sidak TKP2OM di Blitar Kota, Kapolres Pastikan Keamanan Produk untuk Masyarakat
“Program becak listrik ini adalah upaya nyata untuk menjaga keberlangsungan transportasi tradisional sekaligus meningkatkan kesejahteraan para pengemudinya. Kami memastikan proses distribusi dilakukan secara tepat sasaran, khususnya bagi para pengayuh becak lansia,” ujar Firman Dahlan.
Ia menambahkan, secara nasional program tersebut menargetkan distribusi hingga 80.000 unit becak listrik di berbagai daerah di Indonesia.
“Yang perlu diketahui, seluruh produksi unit ini tidak menggunakan dana APBN. Ini merupakan bentuk komitmen pribadi Presiden Prabowo untuk membantu masyarakat kecil tanpa membebani keuangan negara,” jelasnya.
Dalam kegiatan tersebut, panitia sebenarnya merencanakan pawai becak listrik mengelilingi pusat Kota Blitar sebagai bagian dari perkenalan armada baru tersebut kepada masyarakat.
Baca Juga: Siap Pimpin PKB Kota Blitar, Totok Beberkan Strategi Menuju 2029
Namun rencana tersebut terpaksa dibatalkan karena hujan deras yang mengguyur wilayah Kota Blitar pada sore hari. Panitia memilih mengutamakan keselamatan para penerima bantuan yang mayoritas merupakan warga lanjut usia.
Meski demikian, antusiasme para pengemudi becak tetap tinggi. Mereka tampak bersemangat mencoba kendaraan baru yang kini dilengkapi motor listrik berdaya 1.000 watt dengan kemampuan tempuh hingga sekitar 50 kilometer dalam sekali pengisian daya.
Dengan hadirnya becak listrik tersebut, diharapkan transportasi tradisional di Kota Blitar tidak hanya tetap bertahan, tetapi juga mampu beradaptasi dengan perkembangan teknologi yang lebih ramah bagi para pengemudinya.**












