Kediri, Memo – Puluhan mahasiswa tergabung dalam “Aliansi Kediri Menggugat” gruduk kantor DPRD Kabupaten Kediri, Jawa Timur, Senin (24/2/2025). Aksi ini kelanjutan demo yang digelar, Jumat (21/2/2025). Mereka menolak dan berharap instruksi Presiden tentang efisiensi anggaran, dibatalkan.
Meaki pada aksi sebelumnya para mahasiswa tidak berhasil menemui satupun anggota dewan. Tapi pada aksi kali ini, para mahasiswa ditemui oleh Ketua DPRD Kabupaten Kediri, Murdi Hantoro.
Baca Juga: Penemuan Artefak Batu Yoni di Sawah Kediri Menguak Jejak Peradaban Masa Lalu
Shelfin Bima Prakasa selalu koordinator aksi mengatakan, masih dengan tuntutan yang sama, mahasiswa meminta Instruksi Presiden (Inpres) Nomor 1 Tahun 2025 tentang efisiensi anggaran, dibatalkan.
Menurutnya, pemangkasan anggaran yang dialihkan untuk program makan bergizi gratis, sangat tidak relevan dan seharusnya anggaran tersebut bisa dialihkan kepada masyarakat.
“Misalnya untuk anggaran pendidikan dan kesehatan, menambah kelayakan pengelolaan wilayah kesehatan, fasilitas kesehatan termasuk infrastruktur dan subsidi biaya kesehatan,” ungkapnya.
Selain itu, ia pun mengungkapkan fasilitas pendidikan SD banyak yang kekurangan, belum lagi tenaga didik.












