Example floating
Example floating
Life Style

Loper Koran Yang Kini Menjadi Perwira TNI

A. Daroini
×

Loper Koran Yang Kini Menjadi Perwira TNI

Sebarkan artikel ini

“Sempat kerja menjadi tukang koran dan menjadi SPG di suatu swalayan Carrefour, 2 tahun. Tiga kali saya mendaftar, tiga kali baru lulus,” kata Satya, yang berasal dari Surabaya.

Sulung dari tiga bersaudara itu juga pernah bekerja di sebuah katering. Semua dia lakoni demi bisa membantu ibunya.

Baca Juga: Langkah Hijau Volume Sampah Ramadhan Di Bondowoso Potensi Meningkat Sarkaspace Hadirkan Drop Box Khusus Botol Plastik Untuk Jaga Kebersihan Kota

Tekad Satya sudah bulat untuk mendaftar ke AAL sejak lulus dari SMA Kartika 43 Surabaya. Setelah 3 kali ditolak, akhirnya cita-cita dia terkabul pada tahun berikutnya.

Hari ini saja, Satya masih tak percaya bisa berada di satu lapangan dengan Presiden Jokowi untuk dilantik. Bagi dia, rasanya itu hampir tidak mungkin.

Baca Juga: Waspada Kesehatan Kasus Leptospirosis Naik di Awal 2026 Musim Hujan Jadi Faktor Utama Penyebaran Bakteri Kencing Tikus di Jawa Timur

“Rasanya seperti tidak mungkin aja. Karena dengan hanya satu orang tua saja bisa membesarkan menjadi seorang perwira. Beda dengan yang lain, yang ortu-nya masih lengkap, masih ada bapak dan ibu, bisa sama-sama melihat anaknya dilantik,” ungkap Satya.

Itu sebabnya, Satya tak segan-segan mencium kaki ibunya pada hari kelulusan ini. ‘Ritual’ itu sudah lama dia lakukan.

Baca Juga: Fakta!!! Penumpang Daop 7 Madiun Meningkat 4,6 Persen pada Masa Nataru 2025/2026 Dibanding Tahun Sebelumnya

“Itu tradisi yang tiap hari saya lakukan saat mau balik pesiar. Waktu saya menjadi taruna. Karena, dengan sujud syukur dan mencium kaki ibu saya, itu memberi motivasi dan sugesti kepada diri saya untuk menjadi lebih baik ke depannya,” ujar Satya. (ed )