Peningkatan jumlah penumpang ini diprediksi disebabkan oleh kecenderungan masyarakat yang ingin melakukan perjalanan mudik Lebaran lebih awal. Langkah ini diambil untuk menghindari potensi penumpukan penumpang di pelabuhan atau kemacetan di jalan raya pada puncak arus mudik.
Selain itu, periode ini juga bertepatan dengan peringatan Cengbeng bagi warga keturunan Tionghoa. Cengbeng merupakan tradisi ziarah kubur yang dilakukan oleh masyarakat keturunan Tionghoa.
Baca Juga: KPK Turun Langsung, Cek Proyek hingga Kumpulkan Pejabat Blitar Secara Tertutup
“Selama enam hari tersebut, kami melayani penumpang dengan mengoperasikan 71 trip kapal feri. Untuk data jumlah penumpang hari ini belum kami masukkan karena masih menunggu hingga trip terakhir nanti malam,” jelas Ardhy.
Ia juga memberikan apresiasi kepada seluruh pihak terkait yang terlibat dalam memberikan pelayanan selama masa mudik Idulfitri 1446 Hijriah. Ardhy juga menegaskan bahwa tidak ada kenaikan harga tiket penyeberangan kapal feri selama periode mudik maupun arus balik Idulfitri.
Baca Juga: Daftar Lengkap 27 Pejabat Tulungagung Diperiksa KPK Terkait Skandal Aliran Dana Pemerasan
Pemberlakuan sistem pembelian tiket melalui aplikasi juga dinilai memiliki peran penting dalam mendukung kelancaran pelayanan penyeberangan. Hal ini dikarenakan calon penumpang dapat mengatur jadwal keberangkatan mereka jauh-jauh hari.












