Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
Peristiwa Hukum

Korban Pandemi, Jadi Gelandangan, Hidup di Bedak Kosong dan Sakit sakitan, Hingga Mati

A. Daroini
×

Korban Pandemi, Jadi Gelandangan, Hidup di Bedak Kosong dan Sakit sakitan, Hingga Mati

Sebarkan artikel ini
Korban Pandemi, Jadi Gelandangan, Hidup di Bedak Kosong dan Sakit sakitan, Hingga Mati

Informasi yang berhasil dihimpun Memo di sekitar lokasi menyebutkan, Maya Sentasari (39), warga Perum Kenari Kota Blitar tidak bekerja (gelandangan), setiap hari tinggal di bedak kosong Pasar Templek Kota Blitar .

Korban mengalami sakit struk mulai sekitar 3 bulan yang lalu dan mengingat korban tidak mempunyai rumah, maka keseharian tinggal bersama Susanto alias Kicus, Lk, 50 tahun, parkir, alamat sesuai KTP Jl.Bungur Kel.Sukorejo Kota Blitar. Keduanya tinggal di di bedak kosong diarea Pasar Teplek Jl.Kaca Piring Kel.Kepanjenkidul Kota Blitar.

Pendaftaran siswa baru
kuota terbatas, datang ke Jl KH Wahid Hasyim Tanjung Warujayeng

Sekira pukul 03.40 Wib , kemarin, korban masih dalam keadaan hidup dan mengalami muntah-muntah dan sempat ditolong oleh Susanto alias Kicus. Setelah dibersihkan kotoran muntah-muntah, juru parkir itu selanjutnya menjalani aktifitas sebagai juru parkir di area pasar templek.

Sekembali dari parkir sekitar pukul 06.00 Wib didapati korban sudah tidak bergerak ketika dibangunkan. Mengetahui korban sudah tidak bergerak, selanjutnya Susanto alias Kicus mengubungi Angga Senda Maulana (38), wiraswasta, alamat Rusunawa TB 1 lantai 4 No.12 Kel.Turi Kota Blitar. Angga Senda Maulana adalah adik kandung korban.

Akses Gratis tiap pekan, Majalah Memo digital, e-Book Memo dan e-Course Memo Talenta , via Group WA Klikdisini, atau TELEGRAM Klikdisini