Jakarta, Memo.co.id – Dunia media dan hukum Indonesia berduka atas kepergian Ibrahim Sjarief bin Husein Ibrahim Assegaf, Komisaris Utama platform berita Narasi TV. Almarhum menghembuskan napas terakhirnya pada Selasa, 20 Mei 2025, pukul 14.29 WIB di RS Pusat Otak Nasional Jakarta Timur. Kabar duka ini disampaikan oleh keluarga besar Narasi TV melalui akun media sosial resmi mereka.
Meskipun penyebab pasti meninggalnya belum dijelaskan secara resmi, informasi yang dihimpun menduga Ibrahim mengalami komplikasi stroke yang berujung pada pendarahan otak. Kepergiannya meninggalkan kesedihan mendalam bagi sang istri, Najwa Shihab, yang merupakan pendiri Narasi, seluruh tim Narasi, serta berbagai pihak yang mengenal kebaikan dan dedikasi almarhum.
Profil dan Jejak Karier Cemerlang
Ibrahim Sjarief Assegaf dikenal sebagai anggota senior praktik Perbankan & Keuangan di firma hukum Assegaf Hamzah & Partners (AHP). Ia memiliki keahlian mendalam sebagai penasihat hukum dalam sektor keuangan global, dengan rekam jejak luas dalam mewakili lembaga keuangan, peminjam, dan sponsor dalam berbagai transaksi kompleks, termasuk sindikasi, pembiayaan proyek, dan restrukturisasi utang, baik di tingkat nasional maupun internasional.
Baca Juga: Misteri Kematian Bocah di Sukabumi Dugaan Kekerasan Ibu Tiri Hingga Proses Hukum
Salah satu kontribusi pentingnya adalah sebagai penasihat hukum untuk proyek infrastruktur besar seperti Proyek Palapa Ring. Inisiatif perintis ini diakui sebagai salah satu upaya telekomunikasi paling ekstensif di Indonesia, mencakup pembangunan 11.000 kilometer kabel serat optik bawah laut yang bertujuan untuk merevolusi akses broadband nasional.
Selain itu, almarhum juga merupakan anggota INSOL International, sebuah federasi asosiasi akuntan dan pengacara global yang berfokus pada pemulihan dan kebangkrutan.
Latar Belakang Pendidikan dan Kisah Keluarga
Ibrahim Sjarief Assegaf menempuh pendidikan sarjana hukum di Universitas Indonesia dan lulus pada tahun 1997. Ia kemudian melanjutkan riset di Harvard Law School, dianugerahi beasiswa penelitian prestisius di Program Studi Hukum Asia Timur Harvard Law School dari tahun 2002 hingga 2003. Pendidikan magister hukumnya diselesaikan di Universitas Melbourne pada tahun 2009 melalui Beasiswa Pembangunan Australia.
Almarhum, yang lahir di Surakarta pada tahun 1971, bertemu dengan Najwa Shihab saat keduanya sama-sama menempuh pendidikan di Fakultas Hukum Universitas Indonesia. Pasangan ini menikah pada 11 Oktober 1997 dan dikaruniai dua anak, Izzat Assegaf dan Namiyah binti Ibrahim Assegaf, yang meninggal dunia empat jam setelah dilahirkan pada 15 Desember 2011.Ibrahim Sjarief Assegaf Meninggal, Narasi TV Berduka, Profil Ibrahim Sjarief Assegaf












