Deskripsi Banner
Deskripsi Banner
KEDIRI RAYA

Kisah Mas Dhito, Bupati Kediri Menjemput Ribuan Anak Kembali ke Sekolah di Kediri

A. Daroini
×

Kisah Mas Dhito, Bupati Kediri Menjemput Ribuan Anak Kembali ke Sekolah di Kediri

Sebarkan artikel ini
Kisah Mas Dhito, Bupati Kediri Menjemput Ribuan Anak Kembali ke Sekolah di Kediri

KEDIRI, Memo

Di tengah hiruk pikuk upaya pembangunan daerah, ada sebuah cerita inspiratif yang merefleksikan komitmen mendalam terhadap masa depan generasi. Di Kabupaten Kediri, Bupati Hanindhito Himawan Pramana, yang akrab disapa Mas Dhito, berhasil menorehkan capaian luar biasa.

Baca Juga: Majelis Hakim Pertimbangkan Penglibatan Bupati dan Pejabat di Pemkab Dalam Kasus Suap Perangkat Desa di Kediri

Lebih dari 6.000 anak tidak sekolah kini kembali mendapatkan akses pendidikan, sebuah langkah strategis yang tidak hanya mengubah angka statistik, tetapi juga menghidupkan kembali mimpi-mimpi yang sempat meredup.

Upaya kolosal ini bukanlah kebetulan semata. Mochamad Muhsin, Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Kediri, mengungkapkan bahwa keberhasilan menekan angka anak tidak sekolah ini merupakan hasil kerja keras lintas sektor.

Baca Juga: Perkemahan Wirakarya Jatim 2026 Hadir di Kediri Pramuka Lakukan Renovasi Tiga Rumah Warga

Data Dapodik menunjukkan, dari angka fantastis hampir 12.000 anak tidak sekolah pada tahun 2024, jumlah tersebut berhasil ditekan drastis hingga menyentuh angka 5.027 pada awal Mei lalu. Penurunan yang signifikan ini menjadi bukti nyata dari konsentrasi utama yang kerap ditekankan oleh Mas Dhito.

“Atas perintah Mas Bup (Mas Dhito) agar ada percepatan, kita minta guru-guru agar bergerak ke lapangan, ke tetangga yang terdeteksi tidak sekolah, putus sekolah, supaya diminta kembali bersekolah,” jelas Muhsin pada Sabtu (14/6/2025), menggambarkan semangat proaktif yang ditanamkan dalam timnya.

Baca Juga: Vonis Empat Tahun Penjara bagi Penganiaya Balita di Ngronggo Kediri Ini Alasan Hakim

Berbagai program intervensi yang diluncurkan untuk mencapai target ini terbilang unik dan menjangkau hingga akar rumput. Mulai dari pemberian beasiswa yang membuka pintu kesempatan, program Home Visit Teacher Award yang mendorong para guru untuk aktif menyisir dan mendata anak-anak yang putus sekolah di lingkungan mereka, hingga kolaborasi kreatif dengan pelaku seni.

Di beberapa kegiatan kesenian, seperti pertunjukan jaranan dan karawitan, disisipkan sosialisasi khusus untuk mengajak anak tidak sekolah kembali mengenyam pendidikan.

Bahkan, petugas dari Dinas Pendidikan ditempatkan di lokasi pertunjukan untuk langsung mendaftarkan kembali anak-anak yang terdeteksi tidak sekolah ke bangku pendidikan formal. Sebuah pendekatan yang tidak hanya efektif, tetapi juga merangkul kearifan lokal.

Muhsin menjelaskan lebih detail, bahwa 5.027 anak tidak sekolah yang masih tersisa ini memiliki latar belakang beragam, mulai dari anak-anak disabilitas (difabel) hingga santri pondok yang tidak terdaftar di sekolah formal. Mas Dhito, dengan visinya yang inklusif, mengeluarkan kebijakan agar seluruh satuan pendidikan di Kabupaten Kediri dapat memberikan akses setara kepada anak-anak difabel.

Saat ini, lebih dari 270 sekolah di Kabupaten Kediri telah membuka pintu bagi anak-anak berkebutuhan khusus. Tak hanya itu, Pemerintah Kabupaten Kediri juga telah memberikan pelatihan kepada 300 guru sebagai pendamping anak berkebutuhan khusus. Rencananya, tahun ini akan ada penambahan 300 guru pendamping lagi yang akan mendapatkan pelatihan serupa.

Menjelang tahun ajaran baru 2025-2026, komitmen ini semakin diperkuat. Mas Dhito mewajibkan seluruh sekolah untuk memberikan ruang dan menerima anak-anak difabel melalui Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB).

“Saat SPMB, sekolah wajib menerima anak-anak berkebutuhan khusus,” tandas Muhsin, menegaskan komitmen pemerintah daerah terhadap pendidikan inklusif.

Dengan kembalinya ribuan anak ke bangku sekolah, Pemerintah Kabupaten Kediri berharap ini menjadi awal dari terwujudnya mimpi-mimpi generasi muda, yang pada akhirnya akan berdampak positif pada kesejahteraan keluarga. ( Adv/Kominfo)